Hal yang sangat digemari oleh banyak orang saat ini adalah klaim terhadap berbagai macam hal. Mulai dari penemuan, penamaan, pekerjaan hingga tempat tinggal. Untuk itu, penulis menyarankan agar anda mengklaim diri anda sendiri sebelum diri anda diklaim oleh orang lain. Anekdot yang bisa jadi akan menjadi beralasan suatu saat nanti.
Berkaitan dengan klaim, penulis akan mengklaim juga apa yang penulis anggap penting untuk mencegah klaim dari pihak-pihak yang kurang senang terhadap hal yang akan penulis klaim. Berikut klaim penulis:
1. Penggantian istilah jurusan dengan departemen di perguruan tinggi Indonesia. Penulis mengklaim bahwa pengubahan istilah jurusan dengan departemen dilakukan pertama kali di Indonesia oleh ITB. Mulai tahun 2000, ITB menggunakan istilah departemen sebagai pengganti jurusan. Perubahan istilah ini diikuti perguruan tinggi lainnya setelahnya.
2. Penggunaan istilah sekolah untuk mengganti fakultas di perguruan tinggi Indonesia. Penulis lagi-lagi mengklaim bahwa ITB pertama kali di Indonesia melakukan perubahan ini. Terbukti sejak tahun 2008, ITB telah menggunakan istilah sekolah pada beberapa fakultasnya. Hal ini mulai diikuti perguruan tinggi di sebelah barat kota Bandung.
Dengan diumumkannya klaim tersebut, penulis mengharapkan agar inferior syndrome yang sering menjangkiti diri kita agar tidak digunakan untuk mengklaim secara sepihak hanya karena untuk mengangkat pamor pribadi atau institusi.
Demikian, terima kasih.
14 Desember 2011
13 Desember 2011
Bodoh Jika Pemimpin Mendengarkan, Benarkah?
Mendengar merupakan aktivitas yang sangat mulia saat ini. Betapa tidak, saat ini orang cenderung berbicara jika dibandingkan dengan mendengar. Berbicara menjadi semacam aktualisasi dari kepercayaan bahwa setiap orang adalah pemimpin. Dan tahukah anda apa yang dilakukan seorang pemimpin saat ini? Ya, benar, anda benar. Pemimpin selalu berbicara dalam tugas kepemimpinannya. Anda bisa menghitung dengan jari tangan anda jumlah pemimimpin yang kegiatannya tidak hanya berbicara.
Mengapa pemimimpin cenderung enggan atau bahkan tidak mau untuk mendengarkan? Saat ini terbangun image bahwa orang yang mendengarkan adalah orang yang bodoh. Dan tahukah anda apa orang yang bodoh tersebut? Orang yang bodoh adalah orang yang tidak mengetahui banyak hal, sehingga orang tersebut perlu menambah pengetahuan tentang banyak hal. Cara yang dilakukan adalah dengan mendengarkan. Dan tahukah anda dimana posisi orang bodoh dalam strata sosial masyarakat modern saat ini? Ya, benar. Orang bodoh terletak pada strata yang sangat bawah. Dan itu sangat merendahkan harga diri. Dan tahukah anda jika seorang pemimpin tidak boleh rendah harga dirinya meskipun dia adalah orang yang bodoh? Penulis harap anda mengetahuinya bukan sebagai orang yang bodoh.
Jadi pemimpin adalah orang yang sangat anti kebodohan meskipun sebenarnya sang pemimpin adalah orang yang bodoh. Untuk melakukan itu semua, pemimpin menempuh cara dengan tidak mendengarkan banyak hal. Penulis semakin yakin dengan ungkapan bahwa "ketidakmampuan mendengarkan adalah cara untuk melestarikan kebodohan dan melejitkan posisi anda".
"Teruntuk pemimpin bodoh yang beruntung memiliki banyak uang"
Mengapa pemimimpin cenderung enggan atau bahkan tidak mau untuk mendengarkan? Saat ini terbangun image bahwa orang yang mendengarkan adalah orang yang bodoh. Dan tahukah anda apa orang yang bodoh tersebut? Orang yang bodoh adalah orang yang tidak mengetahui banyak hal, sehingga orang tersebut perlu menambah pengetahuan tentang banyak hal. Cara yang dilakukan adalah dengan mendengarkan. Dan tahukah anda dimana posisi orang bodoh dalam strata sosial masyarakat modern saat ini? Ya, benar. Orang bodoh terletak pada strata yang sangat bawah. Dan itu sangat merendahkan harga diri. Dan tahukah anda jika seorang pemimpin tidak boleh rendah harga dirinya meskipun dia adalah orang yang bodoh? Penulis harap anda mengetahuinya bukan sebagai orang yang bodoh.
Jadi pemimpin adalah orang yang sangat anti kebodohan meskipun sebenarnya sang pemimpin adalah orang yang bodoh. Untuk melakukan itu semua, pemimpin menempuh cara dengan tidak mendengarkan banyak hal. Penulis semakin yakin dengan ungkapan bahwa "ketidakmampuan mendengarkan adalah cara untuk melestarikan kebodohan dan melejitkan posisi anda".
"Teruntuk pemimpin bodoh yang beruntung memiliki banyak uang"
09 Agustus 2011
Anda Tidak Mengerti Berbagai Masalah
Kemarin (8/8/2011) merupakan salah satu hari yang tidak akan penulis lupakan. Pada hari tersebut, tidak dengan sengaja mendengar perkataan dari atasan penulis yang dengan jelas meragukan kemampuan penulis dalam masalah teknis di bidang cement manufacturing. Seketika itu juga, penulis menyatakan bahwa juga tidak mempercayai atasan penulis dalam banyak masalah.
Penulis menyatakan hal demikian sebagai anti tesis dari atasan penulis tersebut. Dalam banyak hal memang seolah-olah atasan penulis "nyambung" dalam pembicaraan dengan orang lain. Padahal tidak sama sekali. Sebagai contoh yang paling dekat sebelum pernyataan dari atasan penulis keluar adalah permasalahan yang berkaitan dengan kebakaran di bag filter coal pulvurized bin. Bapak atasan, anda harus ingat bahwa syarat terjadinya peristiwa kebakaran karena 3 hal, yaitu adanya bahan bakar, adanya oksigen, dan terakhir adanya sumber api. Kebakaran terjadi jika ke-3 hal tersebut terpenuhi semuanya. Sekarang anda tinjau kembali susunan geometri bag filter anda. Disitu akan anda lihat bahwa udara sebagai carrier pulvurized coal disuplai lebih banyak jika dibandingkan dengan kemampuan fan pada bag filter. Anda harus ingat fungsi bag filter tersebut bukan? Jika tidak ingat, baca kembali buku catatan anda. Jika ada. Lantas apa yang akan terjadi? maka akan terjadi kelebihan kadar oksigen dalam bin tersebut. Anda berargumen kenapa kalau ada kelebihan pressure explosive valvenya tidak bekerja. Anda berargumen dengan argumen yang ngawur, yang tentu saja bagi saya argumen anda lebih dikarenakan ketidak mampuan anda di bidang proses. Anda bukan process engineer, ingat itu. Anda ingat operasi pengisian bin tersebut? Jika tidak, kembalilah ke CCR. Apakah anda sudah bisa memahami? Ini masalah teknis. Jika sudah, perhatikan ini. Anda pernah mendengar istilah flash point? Jika tidak buka catatan anda. Anda harus bekerja keras dengan ini. Di dalam bin ada ke-3 unsur terjadinya kebakaran yaitu, oksigen dari udara, pulvurized coal dan flash point dari pulvurized coal. Anda bisa memahaminya? Jika anda, atasan penulis, mambaca tulisan ini mudah-mudahan anda akan mengerti.
Itu hanya segelintir contoh betapa tidak terjangkaunya pemikiran anda pada masalah teknis yang sesungguhnya. Masih banyak lagi contoh yang bisa penulis kemukakan. Selama ini penulis menghormati anda dengan segala kekurangannya. Tapi ketika anda menabuh genderang perang, maka penulis akan dengan senang hati menarinya. Maka bersamaan ini penulis kembali menegaskan bahwa penulis tidak mempercayai anda, atasan penulis, dalam banyak masalah. Saya akan mengatakan langsung ini kepada anda pada saatnya nanti.
Penulis menyatakan hal demikian sebagai anti tesis dari atasan penulis tersebut. Dalam banyak hal memang seolah-olah atasan penulis "nyambung" dalam pembicaraan dengan orang lain. Padahal tidak sama sekali. Sebagai contoh yang paling dekat sebelum pernyataan dari atasan penulis keluar adalah permasalahan yang berkaitan dengan kebakaran di bag filter coal pulvurized bin. Bapak atasan, anda harus ingat bahwa syarat terjadinya peristiwa kebakaran karena 3 hal, yaitu adanya bahan bakar, adanya oksigen, dan terakhir adanya sumber api. Kebakaran terjadi jika ke-3 hal tersebut terpenuhi semuanya. Sekarang anda tinjau kembali susunan geometri bag filter anda. Disitu akan anda lihat bahwa udara sebagai carrier pulvurized coal disuplai lebih banyak jika dibandingkan dengan kemampuan fan pada bag filter. Anda harus ingat fungsi bag filter tersebut bukan? Jika tidak ingat, baca kembali buku catatan anda. Jika ada. Lantas apa yang akan terjadi? maka akan terjadi kelebihan kadar oksigen dalam bin tersebut. Anda berargumen kenapa kalau ada kelebihan pressure explosive valvenya tidak bekerja. Anda berargumen dengan argumen yang ngawur, yang tentu saja bagi saya argumen anda lebih dikarenakan ketidak mampuan anda di bidang proses. Anda bukan process engineer, ingat itu. Anda ingat operasi pengisian bin tersebut? Jika tidak, kembalilah ke CCR. Apakah anda sudah bisa memahami? Ini masalah teknis. Jika sudah, perhatikan ini. Anda pernah mendengar istilah flash point? Jika tidak buka catatan anda. Anda harus bekerja keras dengan ini. Di dalam bin ada ke-3 unsur terjadinya kebakaran yaitu, oksigen dari udara, pulvurized coal dan flash point dari pulvurized coal. Anda bisa memahaminya? Jika anda, atasan penulis, mambaca tulisan ini mudah-mudahan anda akan mengerti.
Itu hanya segelintir contoh betapa tidak terjangkaunya pemikiran anda pada masalah teknis yang sesungguhnya. Masih banyak lagi contoh yang bisa penulis kemukakan. Selama ini penulis menghormati anda dengan segala kekurangannya. Tapi ketika anda menabuh genderang perang, maka penulis akan dengan senang hati menarinya. Maka bersamaan ini penulis kembali menegaskan bahwa penulis tidak mempercayai anda, atasan penulis, dalam banyak masalah. Saya akan mengatakan langsung ini kepada anda pada saatnya nanti.
30 Juni 2011
Kekuatan Luar Biasa Media Masa
Malam ini keinginan penulis untuk menulis di blog ini sangat tinggi. Betapa tidak, saat ini atmosfir yang melingkupi bangsa ini adalah media masa. Ya, media masa. Media masa adalah kekuatan terbesar yang sanggup menentukan mata angin bergeraknya bangsa ini. Media masa telah berhasil mempengaruhi opini masing-masing individu untuk diseragamkan menjadi sebuah opini publik. Setiap waktu, media masa menyajikan informasi yang berusaha menampilkan sebuah peristiwa berdasarkan sudut pandang pewarta. Ya, berdasarkan sudut pandang pewarta.
Jika pewarta menampilkan sebuah peristiwa sesuai dengan maksud dan nilai dari peristiwa tersebut, tentu kita sebagai konsumen berita media masa dari pewarta tersebut akan mendapatkan bentuk pengetahuan. Jika ternyata sebaliknya? tentu yang penulis dan anda akan mendapatkan berita mengenai sebuah peristiwa yang tidak terkonfirmasi kebenarannya alias gosip.
Jika dilihat betapa vitalnya peran pewarta tersebut. Sebuah fakta kebenaran suatu peristiwa jika diberitakan dari sudut pandang pewarta yang berbeda maka akan lain beritanya. Maka, penulis melihat bahwa subyektivitas dari pewarta harus ditekan dan ditonjolkan sisi obyektivitasnya.
Namun, apa lacur. Saat ini penulis mengamati bahwa banyak pewarta yang cenderung berbekal opini pribadi dalam menggal informasi. Apalagi jika opini pribadi tersebut merupakan news maker yang sangat dinantikan kebanyakan komunitas penikmat berita. News maker yang dinantikan tersebut pada umumnya, kalau tidak mau dibilang seluruhnya, adalah berkaitan dengan "melewan hegemoni penguasa hajat hidup". Ini sesuai dengan kondisi kejiwaan manusia, sekali lagi pada umumnya, yaitu "mendukung manusia tertindas dan bangga jika yang tertindas pada akhirnya menjadi pemenang" meskipun jika kita tanya sendiri, tentu kita tidak mau menderita.
Dari fenomena ini muncul tafsir sepihak dari pewarta, seperti misalnya jika si pembuat berita menggeleng tidak mau di wawancara dengan pertanyaan "apakah anda menyuap?", si pewarta menafsirkan bahwa pembuat berita dinyatakan tidak melakukan penyuapan. Padahal si pembuat berita menggeleng bermaksud tidak mau menjawab pertanyaan bukan menggeleng bukan menyuap. Mengerikan bukan?
Yang mengerikan lagi jika masalah tersebut menyangkut maslahat yang lebih luas. Opini telah terbentuk, fakta A dapat diputarbalikan menjadi fakta B. Celakanya, emosi masuk dalam permasalahan ini. Akibatnya kerusuhan akan terjadi. Hidup menjadi susah bukan?
Hebat sekali media massa ini. Maka, jika anda hanya berdiam diri tidak mampu memanfaatkan media massa, rugilah anda. Untuk itu, penulis mengajak semua anda untuk memiliki media anda sendiri. Entah itu berupa catatan harian, blog, majalah atau apapun. Otentikan peristiwa anda sendiri dengan jujur dan apa adanya pada media masa anda agar anda tidak menjadi bulan-bulanan media masa. Atau setidaknya anda mempunyai fakta yang benar jika digunakan kelak dikemudian hari.
Penulis jadi ingat, memang tulisan atau sebuah berita sangat tajam, berpegaruh dan mestinya anda menguasainya. Begutilah kehidupan kita.
Jika pewarta menampilkan sebuah peristiwa sesuai dengan maksud dan nilai dari peristiwa tersebut, tentu kita sebagai konsumen berita media masa dari pewarta tersebut akan mendapatkan bentuk pengetahuan. Jika ternyata sebaliknya? tentu yang penulis dan anda akan mendapatkan berita mengenai sebuah peristiwa yang tidak terkonfirmasi kebenarannya alias gosip.
Jika dilihat betapa vitalnya peran pewarta tersebut. Sebuah fakta kebenaran suatu peristiwa jika diberitakan dari sudut pandang pewarta yang berbeda maka akan lain beritanya. Maka, penulis melihat bahwa subyektivitas dari pewarta harus ditekan dan ditonjolkan sisi obyektivitasnya.
Namun, apa lacur. Saat ini penulis mengamati bahwa banyak pewarta yang cenderung berbekal opini pribadi dalam menggal informasi. Apalagi jika opini pribadi tersebut merupakan news maker yang sangat dinantikan kebanyakan komunitas penikmat berita. News maker yang dinantikan tersebut pada umumnya, kalau tidak mau dibilang seluruhnya, adalah berkaitan dengan "melewan hegemoni penguasa hajat hidup". Ini sesuai dengan kondisi kejiwaan manusia, sekali lagi pada umumnya, yaitu "mendukung manusia tertindas dan bangga jika yang tertindas pada akhirnya menjadi pemenang" meskipun jika kita tanya sendiri, tentu kita tidak mau menderita.
Dari fenomena ini muncul tafsir sepihak dari pewarta, seperti misalnya jika si pembuat berita menggeleng tidak mau di wawancara dengan pertanyaan "apakah anda menyuap?", si pewarta menafsirkan bahwa pembuat berita dinyatakan tidak melakukan penyuapan. Padahal si pembuat berita menggeleng bermaksud tidak mau menjawab pertanyaan bukan menggeleng bukan menyuap. Mengerikan bukan?
Yang mengerikan lagi jika masalah tersebut menyangkut maslahat yang lebih luas. Opini telah terbentuk, fakta A dapat diputarbalikan menjadi fakta B. Celakanya, emosi masuk dalam permasalahan ini. Akibatnya kerusuhan akan terjadi. Hidup menjadi susah bukan?
Hebat sekali media massa ini. Maka, jika anda hanya berdiam diri tidak mampu memanfaatkan media massa, rugilah anda. Untuk itu, penulis mengajak semua anda untuk memiliki media anda sendiri. Entah itu berupa catatan harian, blog, majalah atau apapun. Otentikan peristiwa anda sendiri dengan jujur dan apa adanya pada media masa anda agar anda tidak menjadi bulan-bulanan media masa. Atau setidaknya anda mempunyai fakta yang benar jika digunakan kelak dikemudian hari.
Penulis jadi ingat, memang tulisan atau sebuah berita sangat tajam, berpegaruh dan mestinya anda menguasainya. Begutilah kehidupan kita.
06 Juni 2011
Kejahatan Mendapat Kebaikan, Adilkah?
Hidup ini memang penuh dengan misteri. Bahkan ada orang bilang bahwa kalau tidak ada misteri maka bukan hidup namanya. Kadang kita berpikir bahwa si A adalah orang yang baik tapi ternyata kebalikannya. Kadang pula bahwa mobil Z adalah mobil yang tidak cocok untuk kita, nyatanya? Mobil Z adalah mobil yang sangat cocok untuk kita. Adakalanya orang yang berbuat curang malah mendapatkan kebaikan atau nilai baik. Sebaliknya, orang yang jujur dan bekerja keras mendapatkan hal kebalikannya. Namun, itulah hidup.
Tuhan tidak pernah memilih kepada siapa rizki atau kenikmatan yang diaberikan. Bahkan kepada seorang malingpun, Tuhan masih memberinya hidup. Bahkan sampai meninggalnya, maling tersebut tidak pernah tertangkap oleh penegak hukum. Lalu apakah ini adil menurut ukuran kita, manusia? Tentu jawabannya tidak. Jika ia, sungguh anda ada dideretan para orang yang diberi pencerahaan.
Memang, sering kali atau bahkan selalu, manusia mengukur keadilan pada konteks kekinian. Menurut penulis, itu manusiawi. Namun, jika kita masih ingat bahwa kita hidup tidak hanya di konteks kekinian. Ada waktu didepan yang membentang. Bahkan seklaipun ketika kita sudah meninggal. Kita akan melihat akibat dari yang telah kita lakukan. Tuhan tidak pernah meningkari apa yang pernah Dia janjikan. Maha Suci Dia dari semua itu. Cepat atau lambat, pada beberapa waktu kedepan, pasti kita akan mendapatkan jawaban atas perbuatan kita. Sekalipun anda berhati bebal, yakinlah anda akan selalu menanggung rasa malu atas kebrukan yang pernah anda lakukan. Apalagi jika anda memilih jalan hidup untuk menjadi penyeru moral, maka yakinlah sepanjang hidup anda akans elalu dihantui perasaan bersalah tersebut.
Jadi, relevankah jika kita masih mempertanyakan keadilan Tuhan? Jawabannya penulis serahkan kepada masing-masing pembaca. Inilah hidup. Dan inilah kepastian hidup.
Tuhan tidak pernah memilih kepada siapa rizki atau kenikmatan yang diaberikan. Bahkan kepada seorang malingpun, Tuhan masih memberinya hidup. Bahkan sampai meninggalnya, maling tersebut tidak pernah tertangkap oleh penegak hukum. Lalu apakah ini adil menurut ukuran kita, manusia? Tentu jawabannya tidak. Jika ia, sungguh anda ada dideretan para orang yang diberi pencerahaan.
Memang, sering kali atau bahkan selalu, manusia mengukur keadilan pada konteks kekinian. Menurut penulis, itu manusiawi. Namun, jika kita masih ingat bahwa kita hidup tidak hanya di konteks kekinian. Ada waktu didepan yang membentang. Bahkan seklaipun ketika kita sudah meninggal. Kita akan melihat akibat dari yang telah kita lakukan. Tuhan tidak pernah meningkari apa yang pernah Dia janjikan. Maha Suci Dia dari semua itu. Cepat atau lambat, pada beberapa waktu kedepan, pasti kita akan mendapatkan jawaban atas perbuatan kita. Sekalipun anda berhati bebal, yakinlah anda akan selalu menanggung rasa malu atas kebrukan yang pernah anda lakukan. Apalagi jika anda memilih jalan hidup untuk menjadi penyeru moral, maka yakinlah sepanjang hidup anda akans elalu dihantui perasaan bersalah tersebut.
Jadi, relevankah jika kita masih mempertanyakan keadilan Tuhan? Jawabannya penulis serahkan kepada masing-masing pembaca. Inilah hidup. Dan inilah kepastian hidup.
02 Juni 2011
Menikmati Hidup Ini
Liburan yang cukup menyenangkan. Setidaknya ini setelah penulis melihat untuk ke sekian kalinya film 3 idiot. Film yang menggambarkan persahabatan 3 orang sahabat yang berkuliah disebuah sekolah tinggi engineering. Sekolah yang menghasilkan orang-orang yang diharapkan mampu menjadi pioneer di bidang aplikasi teknologi. Bidang yang akan selalu menjadi pendorong peradaban.
Disana ada 3 orang sahabat yang sangat kompak. Persahabatan yang tidak karena keterpaksaan menjadi teman satu angkatan ataupun persahabatan yang disebabkan oleh kepentingan mendapatkan nilai yang bagus. Meskipun demikian, ke 3 orang tersebut sebetulnya memiliki minat yang berbeda-beda. Orang yang pertama memilki minta di bidang mechanical engineering dan berusaha mengembangkan kapasitas keilmuannya untuk menjadi ilmuwan dan mengajar. Orang yang kedua adalah orang yang juga menyukai bidang mechanical engineering namun karena tidak bisa memfokuskan dirinya untuk belajar maka apa yang diraihnya tidak optimal. Orang kedua ini mengembangkan keilmuannya melalui jalur praktis dan bisa dikatakan hanya sebagai pengguna ilmunya. Orang yang ketiga atau yang terakhir adalah orang yang sebenarnya menyukai bidang fotografi. Tetapi karena ayahnya menginginkan dirinya menjadi seorang engineer maka terpaksa ia berkuliah di sekolah engineering.
Seiring dengan berjalannya waktu, akhirnya mereka menyadari bahwa hanya dengan minat yang tinggi akan suatu bidanglah manusia bisa menjadi optimal. Menjadi diri sendiri lah. Bukan menjadi orang lain, menjadi seperti bos, menjadi seperti teman di sana di sini, atau seperti lainnya. Ketika semua orang mengkhawatirkan masa depannya, hanya ada satu jawaban untuk mengatasi kekhawatiran tersebut. jawabannya adalah fokus pada minatmu maka masa depan akan menjdi milikmu. Nikmati hidup ini.
Disana ada 3 orang sahabat yang sangat kompak. Persahabatan yang tidak karena keterpaksaan menjadi teman satu angkatan ataupun persahabatan yang disebabkan oleh kepentingan mendapatkan nilai yang bagus. Meskipun demikian, ke 3 orang tersebut sebetulnya memiliki minat yang berbeda-beda. Orang yang pertama memilki minta di bidang mechanical engineering dan berusaha mengembangkan kapasitas keilmuannya untuk menjadi ilmuwan dan mengajar. Orang yang kedua adalah orang yang juga menyukai bidang mechanical engineering namun karena tidak bisa memfokuskan dirinya untuk belajar maka apa yang diraihnya tidak optimal. Orang kedua ini mengembangkan keilmuannya melalui jalur praktis dan bisa dikatakan hanya sebagai pengguna ilmunya. Orang yang ketiga atau yang terakhir adalah orang yang sebenarnya menyukai bidang fotografi. Tetapi karena ayahnya menginginkan dirinya menjadi seorang engineer maka terpaksa ia berkuliah di sekolah engineering.
Seiring dengan berjalannya waktu, akhirnya mereka menyadari bahwa hanya dengan minat yang tinggi akan suatu bidanglah manusia bisa menjadi optimal. Menjadi diri sendiri lah. Bukan menjadi orang lain, menjadi seperti bos, menjadi seperti teman di sana di sini, atau seperti lainnya. Ketika semua orang mengkhawatirkan masa depannya, hanya ada satu jawaban untuk mengatasi kekhawatiran tersebut. jawabannya adalah fokus pada minatmu maka masa depan akan menjdi milikmu. Nikmati hidup ini.
21 Mei 2011
Maling Teriak Maling
Maling teriak maling,
sembunyi balik dinding,
pengecut lari terkencing-kencing...
Tikam dari belakang,
lawan lengah diterjang,
lalu sibuk mencari kambing hitam...
Penulis merasakan lagu Iwan Fals ini sangat sesuai dengan kondisi negeri ini. Negeri dengan berjuta masalah, namun tanpa satupun visi untuk menyelesaikannya. Semuanya menjadi tampak relatif, sumir atau bahasa tren-nya abu-abu. Kebenaran menjadi relatif, ketidak benaran dapat menjadi bentuk kebenaran baru.
Orang di negeri ini menjadi sangat marah jika apa yang dilakukannya terbukti salah. Orang di negeri ini akan menutupi kesalahannya dan sengan kedok bahwa hanya dirinya sendiri yang tahu akan dirinya, ia memutarbalikkan fakta.
Orang di negeri ini gemar sekali berjanji. Gemar sekali menyatakan kesanggupan yang mestinya jika dipikir dengan pikiran yang jernih sangat tidak mungkin kesanggupannya untuk dipenuhi.
Orang di negeri ini akan menuntut lebih jika ada orang lainnya menolongnya. Tanpa malu-malu bahkan mengemis untuk meminta pertolongan. Punya uang mengaku miskin. Bisa beli pulsa mengaku ekonomi lemah.
Orang di negeri ini gemar sekali marah. Demi reformasi, demi menyampaikan pendapat, dihadang semua motor atau mobil dinas yang berplat merah. Padahal orang itu masih berharap menjadi PNS. Bahkan jika mereka gugur atau tidak lolos dalam tes penerimaan CPNS, orang itu akan marah. Merusak kantor pemerintah yang padahal sangat mereka idamkan untuk mencari kepeng.
Orang di negeri ini suka sekali memamerkan kegiatannya sehari-hari yang semestinya tidak perlu dipamerkan. Orang di negeri ini juga senang memasang foto tempat kunjungannya ketika mereka bepergian. Orang itu beranggapan bahwa orang lain tidak pernah berkunjung ke tempat itu. Orang itu juga selalu beranggapan tempat yang dikunjunginya adalah menarik dengan tujuan orang lain iri. Padahal, orang itu hanya menginap di hotel yang mungkin tidak nyaman. tapi demi gengsi dan pamer, semuanya bisa dilakukan. Toh siapa yang bisa memverifikasi kebenaran foto dan status?
Satu lagi, orang di negeri ini masih ada saja yang beranggapan bahwa orang itu adalah wakil dari orang lain. Menyampaikan segala keluhan orang lain. Padahal, nyatanya, orang tersebut hanya berteriak dan mencari-cari jawaban pembenaran. Menganjurkan orang lain ber-etika tapi berbicara SARA. Menjawab pertanyaan wartawan dengan cara sekedar mengeles, seperti orang baru itu.
Demikianlah, marinng teriak maling.
sembunyi balik dinding,
pengecut lari terkencing-kencing...
Tikam dari belakang,
lawan lengah diterjang,
lalu sibuk mencari kambing hitam...
Penulis merasakan lagu Iwan Fals ini sangat sesuai dengan kondisi negeri ini. Negeri dengan berjuta masalah, namun tanpa satupun visi untuk menyelesaikannya. Semuanya menjadi tampak relatif, sumir atau bahasa tren-nya abu-abu. Kebenaran menjadi relatif, ketidak benaran dapat menjadi bentuk kebenaran baru.
Orang di negeri ini menjadi sangat marah jika apa yang dilakukannya terbukti salah. Orang di negeri ini akan menutupi kesalahannya dan sengan kedok bahwa hanya dirinya sendiri yang tahu akan dirinya, ia memutarbalikkan fakta.
Orang di negeri ini gemar sekali berjanji. Gemar sekali menyatakan kesanggupan yang mestinya jika dipikir dengan pikiran yang jernih sangat tidak mungkin kesanggupannya untuk dipenuhi.
Orang di negeri ini akan menuntut lebih jika ada orang lainnya menolongnya. Tanpa malu-malu bahkan mengemis untuk meminta pertolongan. Punya uang mengaku miskin. Bisa beli pulsa mengaku ekonomi lemah.
Orang di negeri ini gemar sekali marah. Demi reformasi, demi menyampaikan pendapat, dihadang semua motor atau mobil dinas yang berplat merah. Padahal orang itu masih berharap menjadi PNS. Bahkan jika mereka gugur atau tidak lolos dalam tes penerimaan CPNS, orang itu akan marah. Merusak kantor pemerintah yang padahal sangat mereka idamkan untuk mencari kepeng.
Orang di negeri ini suka sekali memamerkan kegiatannya sehari-hari yang semestinya tidak perlu dipamerkan. Orang di negeri ini juga senang memasang foto tempat kunjungannya ketika mereka bepergian. Orang itu beranggapan bahwa orang lain tidak pernah berkunjung ke tempat itu. Orang itu juga selalu beranggapan tempat yang dikunjunginya adalah menarik dengan tujuan orang lain iri. Padahal, orang itu hanya menginap di hotel yang mungkin tidak nyaman. tapi demi gengsi dan pamer, semuanya bisa dilakukan. Toh siapa yang bisa memverifikasi kebenaran foto dan status?
Satu lagi, orang di negeri ini masih ada saja yang beranggapan bahwa orang itu adalah wakil dari orang lain. Menyampaikan segala keluhan orang lain. Padahal, nyatanya, orang tersebut hanya berteriak dan mencari-cari jawaban pembenaran. Menganjurkan orang lain ber-etika tapi berbicara SARA. Menjawab pertanyaan wartawan dengan cara sekedar mengeles, seperti orang baru itu.
Demikianlah, marinng teriak maling.
17 November 2010
Bangsa ini Tidak Bisa Mengantri
Sekali lagi tabiat asli penduduk negeri ini kembali terkuak. Di tengah ke syahduan perayaan Idul Adha, penulis dihidangkan dengan berbagai berita yang menggambarkan tentang budaya "tidak bisa antri" dan "tidak sabaran" ditengah acara pembagian jatah hewan qurban. Entah apa yang ada di benak kita semua jika dihidangkan hidangan yang berulang tanpa pernah tergugah kesadaran kita untuk menyadari keberulangan hidangan tersebut.
Antrian yang berdesakan, berdorongan, tidak tertib penulis anggap itu bukan antrian. Itu tindakan egois dari individu yang mau menang sendiri. Tindakan ini merupakan cerminan dari karakter individu negeri ini yang memang tidak terbiasa dengan budaya antri. Kita sudah sangat terbiasa dengan menyerobot antrian, kita sangat familiar dengan budaya memotong barisan antrian dengan alasan berbagai alasan berkedok kemanusiaan, kita sudah mendarah daging dengan melanggar hak individu lain bahkan melanggar aturan umum. Kita ini memang bangsa yang tidak bisa antri, tidak suka antri dan memang bebal untuk antri. Padahal sudah banyak kejadian yang sangat merugikan bahkan sudah banyak korban nyawa yang sangat berharga. Tapi memang, bangsa ini entah terkena dampak insomnia atau apa, kejadian ini berulang lagi. Ah, entah apapun, penulis semakin menyentuh garis putus asa untuk urasan ini, urusan antri karena penulis seringkali mengalami diserobot antriannya, ingin marah tapi ke siapa?
Antrian yang berdesakan, berdorongan, tidak tertib penulis anggap itu bukan antrian. Itu tindakan egois dari individu yang mau menang sendiri. Tindakan ini merupakan cerminan dari karakter individu negeri ini yang memang tidak terbiasa dengan budaya antri. Kita sudah sangat terbiasa dengan menyerobot antrian, kita sangat familiar dengan budaya memotong barisan antrian dengan alasan berbagai alasan berkedok kemanusiaan, kita sudah mendarah daging dengan melanggar hak individu lain bahkan melanggar aturan umum. Kita ini memang bangsa yang tidak bisa antri, tidak suka antri dan memang bebal untuk antri. Padahal sudah banyak kejadian yang sangat merugikan bahkan sudah banyak korban nyawa yang sangat berharga. Tapi memang, bangsa ini entah terkena dampak insomnia atau apa, kejadian ini berulang lagi. Ah, entah apapun, penulis semakin menyentuh garis putus asa untuk urasan ini, urusan antri karena penulis seringkali mengalami diserobot antriannya, ingin marah tapi ke siapa?
06 Mei 2010
Badai Century Itu Datang Lagi
Badai itu kembali lagi. Ya, badai century itu kembali terasa menerpa wajah warga negeri ini. Setelah beberapa waktu sempat ditenggelamkan oleh jump shoot yang dilakukan oleh Komjen Pol Susno Duadji, badai century kembali terasa. Diawalai dengan dibentuknya sebuah tim oleh DPR yang bertugas untuk mengawasi dilaksanakannya rekomendasi panus century, kemudian dipuncaki dengan kejadian diangkatnya Dr. Sri Mulyani menjadi managing director Bank Dunia.
Ada beberapa hal yang sungguh tidak dimengerti penulis mengadapi ekor angin badai century yang sempat menerpa wajah penulis. Pertama, penulis sangat mengapresiasi para senator yang mayoritas masih muda untuk "beridealis" mengungkap "indikasi" kekeliruan dalam kucuran dana talangan untuk Bank Century. Para senator terlihat berusaha menjalankan perannya sebagai legeslator yang salah satunya adalah mengawasi jalannya eksekutif. Namun, penulis menemukan kejengahan ketika DPR tempat para senator beraktivitas membentuk tim pengawas. Kejengahan penulis terletak pada ketidak mengertian penulis bahwa "bukankah pembentukan tim pengawas, yang bisa menanyakan, mendesak penegak hukum, merupakan suatu bentuk intefensi terhadap peran yudikatif yang sebenarnya tengah diperjuankan para senator muda?" Kedua, penulis menjadi jengah juga ketika terlihat dengan jelas bahwa setidaknya ada tiga kelompok "penikmat" badai century:
1. Kelompok pendukung gelap mata yang selalu mengatakan bahwa century tidak mengundang kekeliruan apapun
2. Kelompok pendukung gelap mata juga yang selalu bahwa Prof. Budiono dan Dr. Srimulyani adalah harus turun dari jabatannya dan dipenjara sesegara mungkin
3. Kelompok tercerahkan yang menginginkan cerita yang sebenarnya dari century
Hal yang penulis sesalkan dari ketiga kelompk tersebut adalah saat ini mereka berkelindan dan berputar menjadi satu membentuk suatu persenyawaan hingga membuat orang bodoh seperti penulis menjadi semakin merasa bodoh. Ketika semua berbicara menurut persepsi kelompoknya masing-masing alias menurut benarnya sendiri hingga seolah-olah tidak pernah ada "standard" kebenaran yang sejati atau setidaknya disepakati bersama. Yang paling menyedihkan dari fenomena ini adalah bahwa ada yang tidak jujur atau setidaknya berusaha tidak jujur dengan menepuk dadanya sendiri seolah dirinya merasa benar dan paling benar hingga bahkan kekeliruan menjadi sebuah kejahatan baginya.
Pusing bukan? Ah, ayolah kita cari makan saja.
Ada beberapa hal yang sungguh tidak dimengerti penulis mengadapi ekor angin badai century yang sempat menerpa wajah penulis. Pertama, penulis sangat mengapresiasi para senator yang mayoritas masih muda untuk "beridealis" mengungkap "indikasi" kekeliruan dalam kucuran dana talangan untuk Bank Century. Para senator terlihat berusaha menjalankan perannya sebagai legeslator yang salah satunya adalah mengawasi jalannya eksekutif. Namun, penulis menemukan kejengahan ketika DPR tempat para senator beraktivitas membentuk tim pengawas. Kejengahan penulis terletak pada ketidak mengertian penulis bahwa "bukankah pembentukan tim pengawas, yang bisa menanyakan, mendesak penegak hukum, merupakan suatu bentuk intefensi terhadap peran yudikatif yang sebenarnya tengah diperjuankan para senator muda?" Kedua, penulis menjadi jengah juga ketika terlihat dengan jelas bahwa setidaknya ada tiga kelompok "penikmat" badai century:
1. Kelompok pendukung gelap mata yang selalu mengatakan bahwa century tidak mengundang kekeliruan apapun
2. Kelompok pendukung gelap mata juga yang selalu bahwa Prof. Budiono dan Dr. Srimulyani adalah harus turun dari jabatannya dan dipenjara sesegara mungkin
3. Kelompok tercerahkan yang menginginkan cerita yang sebenarnya dari century
Hal yang penulis sesalkan dari ketiga kelompk tersebut adalah saat ini mereka berkelindan dan berputar menjadi satu membentuk suatu persenyawaan hingga membuat orang bodoh seperti penulis menjadi semakin merasa bodoh. Ketika semua berbicara menurut persepsi kelompoknya masing-masing alias menurut benarnya sendiri hingga seolah-olah tidak pernah ada "standard" kebenaran yang sejati atau setidaknya disepakati bersama. Yang paling menyedihkan dari fenomena ini adalah bahwa ada yang tidak jujur atau setidaknya berusaha tidak jujur dengan menepuk dadanya sendiri seolah dirinya merasa benar dan paling benar hingga bahkan kekeliruan menjadi sebuah kejahatan baginya.
Pusing bukan? Ah, ayolah kita cari makan saja.
26 April 2010
Jalan Raya Porong, Kemarin !
Kemarin (25/4), penulis melewati jalan raya porong. Jalan raya yang untuk saat ini sangat terkenal di se-antero negeri atau setidaknya sangat familiar dengan warga Jawa Timur. Betapa tidak, di dekat jalan raya ini lah telah terjadi fenomena alam yang sangat mengguncang hati nurani. Entahlah, fenomena alam itu lebih disebabkan seuatu mekanisme alam menuju keseimbangan atau karena tangan-tangan kotor manusia.
Ketika melalui jalan raya porong tersebut penulis melihat fenomena yang sebenarnya pernah penulis lihat. Jika anda pernah melewati jalan raya tersebut dari arah Surabaya menuju Malang, di sebelah kiri anda akan dijumpai tanggul yang sangat tinggi sementara di sebelah kanan anda akan dijumpai kampung mati yang sebetulnya belum punah benar. Selama perjalanan, penulis membayangkan kampung mati tersebut sebelum adanya fenomena alam tersebut. Penulis yakin, pada waktu itu kehidupan berjalan seperti biasanya. Anak-anak bermain bola, layang-layang atau bahkan bermain kelereng. Mereka bercita-cita kelak dapat bersekolah di Malang, Surabaya atau bahkan di tempat lain di negeri ini. Pemuda-pemudi rajin mengaji setiap hari jumat. Orang tua mengawasi permainan anak-anaknya di setiap sore. Sungguh indah dipandang mata.
Namun, apa yang sekarang terjadi. Semua lenyap begitu saja. Sekarang yang ada adalah kekhawatiran jebolnya tanggul, munculnya pusat-pusat semburan baru meskipun dalam skala kecil, hingga amblasnya tanah di sana sini. Entah sampai kapan penduduk di sepanjang jalan raya porong akan sanggup menghadapi hari-hari yang menggelisahkan. Para ahli pernah meperkirakan semburan lumpur yang terjadi di Porong akan berlangsung hingga 30 tahun atau bahkan hingga 100 tahun. Luar biasa. Entah dengan cara apa penduduk disana akan menjalaninya. Untuk membayangkannya pun, penulis sungguh tidak sanggup. Hanya kepada Tuhanlah penulis serahkan masalah ini.
Ketika melalui jalan raya porong tersebut penulis melihat fenomena yang sebenarnya pernah penulis lihat. Jika anda pernah melewati jalan raya tersebut dari arah Surabaya menuju Malang, di sebelah kiri anda akan dijumpai tanggul yang sangat tinggi sementara di sebelah kanan anda akan dijumpai kampung mati yang sebetulnya belum punah benar. Selama perjalanan, penulis membayangkan kampung mati tersebut sebelum adanya fenomena alam tersebut. Penulis yakin, pada waktu itu kehidupan berjalan seperti biasanya. Anak-anak bermain bola, layang-layang atau bahkan bermain kelereng. Mereka bercita-cita kelak dapat bersekolah di Malang, Surabaya atau bahkan di tempat lain di negeri ini. Pemuda-pemudi rajin mengaji setiap hari jumat. Orang tua mengawasi permainan anak-anaknya di setiap sore. Sungguh indah dipandang mata.
Namun, apa yang sekarang terjadi. Semua lenyap begitu saja. Sekarang yang ada adalah kekhawatiran jebolnya tanggul, munculnya pusat-pusat semburan baru meskipun dalam skala kecil, hingga amblasnya tanah di sana sini. Entah sampai kapan penduduk di sepanjang jalan raya porong akan sanggup menghadapi hari-hari yang menggelisahkan. Para ahli pernah meperkirakan semburan lumpur yang terjadi di Porong akan berlangsung hingga 30 tahun atau bahkan hingga 100 tahun. Luar biasa. Entah dengan cara apa penduduk disana akan menjalaninya. Untuk membayangkannya pun, penulis sungguh tidak sanggup. Hanya kepada Tuhanlah penulis serahkan masalah ini.
24 April 2010
Pemilukada, Riwayatmu Kini
Setelah menikmati opera sabun berbagai sekandal yang menggerogoti sendi kehidupan negeri ini, masyarakat kembali akan diberi hiburan yang tak kalah menariknya dengan opera sabun sebelumnya, yaitu pemilukada alias pemilihan umum kepala daerah. Terus terang penulis senyum-senyum sendiri mendengar akronim baru ini dari pembawa berita televisi. Maklum, dahulu penulis terbiasa dengan akronim pilkada hingga pilkadal.
Kembali ke hiburan pemilukada. Pemilukada kali ini tengah menjadi gunjingan yang hangat bagi penduduk di wilayah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Betapa tidak, mereka akan disodori pilihan calon pemimpin mereka seorang artis dari ibukota. Artis yang terkenal yang bernama Julia Perez. Wow memang.
Sebenarnya kehadiran artis di panggung politik bukan peristiwa yang baru di negeri ini bahkan di beberapa belahan dunia yang menganut madzhab demokrasi sebagai mesin untuk mengkreasi kepemimpinannya. Namun, fenomena Julia Perez ini menarik menjadi bahan gunjingan bagi warga Pacitan dan daerah lain lebih disebabkan dua hal, yaitu pertama sepak terjang ke-artis-an Julia Perez yang banyak menuai kontroversi serta yang kedua adalah insiatif Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi untuk memasukkan satu item persyaratan bagi peserta kontes dalam pemilukada yaitu "tidak cacat moral".
Sepak terjang ke-artisan Julia Perez memang telah banyak publik ketahui mengundang berbagai kontroversi. Dari mulai penampilannya yang seksi hingga karya seni yang dihasilkannya yang cenderung vulgar. Sebenarnya tolak ukur seksi dan kevulgaran bagi bangsa yang tengah gandrung mengembalikan tata nilai pada pribadi masing-masing seharusnya bukan menjadi masalah besar. Tiap orang bisa mempunyai opini atau pendapat yang benar setidaknya menurut orang itu. Tidak perlu merujuk pada nilai adat apalagi agama. Yang terpenting adalah menurut sendiri benar adanya. Bukan begitu?
Mengenai moralitas, inilah yang menjadi tanda tanya besar. Selain parameter apa yang akan digunakan untuk mengulur "ketidak cacatan" moral, yang paling penting adalah standar moralitas siapa yang dipakai. Seperti yang penulis ceritakan sebelumnya, standar moral bangsa ini berbeda-beda bahkan untuk setiap individu. Tidak hanya moralitas, kebenaran pun akan berbeda-beda. Lalu manakah yang harus digunakan?
Wah, rumit sekali ya. Tapi setidaknya hal ini tidak rumit bagi rakyat kebanyakan. Pemilukada adalah pekerjaan mudah dan menyenangkan. Hal ini disebabkan akan banyak parade dangdut, kaos gratis, makan siang gratis, bensin gratis, sembako gratis bahkan uang gratis. Asyik bukan?
Kembali ke hiburan pemilukada. Pemilukada kali ini tengah menjadi gunjingan yang hangat bagi penduduk di wilayah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Betapa tidak, mereka akan disodori pilihan calon pemimpin mereka seorang artis dari ibukota. Artis yang terkenal yang bernama Julia Perez. Wow memang.
Sebenarnya kehadiran artis di panggung politik bukan peristiwa yang baru di negeri ini bahkan di beberapa belahan dunia yang menganut madzhab demokrasi sebagai mesin untuk mengkreasi kepemimpinannya. Namun, fenomena Julia Perez ini menarik menjadi bahan gunjingan bagi warga Pacitan dan daerah lain lebih disebabkan dua hal, yaitu pertama sepak terjang ke-artis-an Julia Perez yang banyak menuai kontroversi serta yang kedua adalah insiatif Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi untuk memasukkan satu item persyaratan bagi peserta kontes dalam pemilukada yaitu "tidak cacat moral".
Sepak terjang ke-artisan Julia Perez memang telah banyak publik ketahui mengundang berbagai kontroversi. Dari mulai penampilannya yang seksi hingga karya seni yang dihasilkannya yang cenderung vulgar. Sebenarnya tolak ukur seksi dan kevulgaran bagi bangsa yang tengah gandrung mengembalikan tata nilai pada pribadi masing-masing seharusnya bukan menjadi masalah besar. Tiap orang bisa mempunyai opini atau pendapat yang benar setidaknya menurut orang itu. Tidak perlu merujuk pada nilai adat apalagi agama. Yang terpenting adalah menurut sendiri benar adanya. Bukan begitu?
Mengenai moralitas, inilah yang menjadi tanda tanya besar. Selain parameter apa yang akan digunakan untuk mengulur "ketidak cacatan" moral, yang paling penting adalah standar moralitas siapa yang dipakai. Seperti yang penulis ceritakan sebelumnya, standar moral bangsa ini berbeda-beda bahkan untuk setiap individu. Tidak hanya moralitas, kebenaran pun akan berbeda-beda. Lalu manakah yang harus digunakan?
Wah, rumit sekali ya. Tapi setidaknya hal ini tidak rumit bagi rakyat kebanyakan. Pemilukada adalah pekerjaan mudah dan menyenangkan. Hal ini disebabkan akan banyak parade dangdut, kaos gratis, makan siang gratis, bensin gratis, sembako gratis bahkan uang gratis. Asyik bukan?
25 Januari 2010
Pemakzulan yang Mengerikan
Akhir-akhir ini kata yang populer di negeri ini setelah Bank Century adalah pemakzulan. Kata yang tidak umum di telinga penulis tapi mendadak terkenal di tengah publik.
Bagi pemegang kekuasaan, apapun level kekeuasaan tersebut, pemakzulan menjadi kata-kata yang mengerikan. Betapa tidak, ketika anda sedang menikmati betapa lezatnya berkuasa anda akan menjadi tidak berkuasa lagi ketika kata pemakzulan diberlakukan bagi anda dari pemberi kuasa yang anda genggam.
Kali ini, kata-kata pemakzulan sepertinya sedang menaungi benak presiden kita. Hal ini tentu saja sangat merisaukan beliau karena kata pemakzulan ini tengah beredar riuh rendah di arena sidang penyelidikan pansus Bank Century. Suatu keadaan yang tidak bisa diremehkan oleh sang presiden.
Sebagai reaksinya, Presiden membincangkan pemakzulan menjadi salah satu pokok pembicaraan dalam pertemuan para pemimpin lembaga tinggi negara di Istana Bogor yang diprakarsai Ketua MPR, Taufik Kiemas. Tidak hanya diforum tersebut, acara terkini rapim TNI di Cilangkap pun tidak luput dari presiden untuk mengungkapkan pokok pembicaraan mengenai pemakzulan.
Dari sudut ruangan sempit di kota yang panas ini, penulis mencoba menyerap sari pati dari tindakan presiden. Mengapa presiden terkesan gugup dengan kata pemakzulan? Apa yang terjadi? Tidakah presiden seharusnya tenang jika memang hal tersebut jauh asap daripada api? Bukankah presiden didukung lebih dari 50% pemilih sah? Mengapa presiden harus khawatir dengan hembusan kata pemakzulan yang dikeluarkan hanya dari beberapa orang anggota DPR? Adakah anda bisa menjelaskan kepada penulis?
Bagi pemegang kekuasaan, apapun level kekeuasaan tersebut, pemakzulan menjadi kata-kata yang mengerikan. Betapa tidak, ketika anda sedang menikmati betapa lezatnya berkuasa anda akan menjadi tidak berkuasa lagi ketika kata pemakzulan diberlakukan bagi anda dari pemberi kuasa yang anda genggam.
Kali ini, kata-kata pemakzulan sepertinya sedang menaungi benak presiden kita. Hal ini tentu saja sangat merisaukan beliau karena kata pemakzulan ini tengah beredar riuh rendah di arena sidang penyelidikan pansus Bank Century. Suatu keadaan yang tidak bisa diremehkan oleh sang presiden.
Sebagai reaksinya, Presiden membincangkan pemakzulan menjadi salah satu pokok pembicaraan dalam pertemuan para pemimpin lembaga tinggi negara di Istana Bogor yang diprakarsai Ketua MPR, Taufik Kiemas. Tidak hanya diforum tersebut, acara terkini rapim TNI di Cilangkap pun tidak luput dari presiden untuk mengungkapkan pokok pembicaraan mengenai pemakzulan.
Dari sudut ruangan sempit di kota yang panas ini, penulis mencoba menyerap sari pati dari tindakan presiden. Mengapa presiden terkesan gugup dengan kata pemakzulan? Apa yang terjadi? Tidakah presiden seharusnya tenang jika memang hal tersebut jauh asap daripada api? Bukankah presiden didukung lebih dari 50% pemilih sah? Mengapa presiden harus khawatir dengan hembusan kata pemakzulan yang dikeluarkan hanya dari beberapa orang anggota DPR? Adakah anda bisa menjelaskan kepada penulis?
Budaya Antri dan Selamat
Pernahkah anda berada di fasilitas publik yang ramai dikunjungi dan fasilitas publik tersebut merupakan sumber bahaya kebakaran dan ledakan? Ya, penulis yakin anda pernah berada disitu terutama ketika kendaraan bermotor anda membutuhkan bahan bakar. SPBU, tepat sekali pemikiran anda.
Sebagai fasilitas publik, suasana nyaman, tertib dan teratur tentulah menjadi idaman bagi pengunjungnya. Sehingga suasana yang ramai tidak menjadi beban. Namun, apa jadinya jika anda mengalami ketika suasana SPBU ramai sementara keadaannya terkesan semrawut karena penyerobotan antrian dan pengabaian aspek keselamatan terjadi? Penulis yakin, anda akan merasa kesal sekali.
Penyerobotan antrian di SPBU kerap kali dialami oleh penulis semenjak penulis tinggal di ujung barat-utara kota kecil di Jawa Timur. Entah mengapa hal ini lebih sering terjadi di kota tersebut dibandingkan dengan kota lainnya, setidaknya demikian menurut catatan penulis. Penulis mengamati, rata-rata penyerobot antrian mempunyai tipikal yang hampir sama. Tipikal tersebut antara lain tidak menggunakan helm, kenal dengan petugas SPBU setempat, tidak punya rasa malu dan sedang merokok. Mengerikan bukan?
Penulis jadi tidak habis pikir, gejala sosial apa yang tengah menjangkiti para penyerobot tersebut? Apakah ini merupakan produk dari kebebasan berekspresi yang berpusat pada jargon "dirimu adalah seorang pemimpin" yang diartikan bahwa pemimpin adalah pengatur? Apakah sekedar ketidak tahuan kolektif yang tidak disengaja?
Penulis menganggap, ini merupakan embrio dari masalah sosial yang membahayakan kota tersebut. Jika terus dibiarkan, meskipun skalanya adalah masalah remeh, penulis yakin akan berdampak negatif bagi laju pembangunan kota? Alih-alih mendapat kemajuan malah mendapat rusaknya tatanan moral yang mengerikan. Terlalu jauh memang, tapi penulis yakin arahnya akan kesana.
Sebagai fasilitas publik, suasana nyaman, tertib dan teratur tentulah menjadi idaman bagi pengunjungnya. Sehingga suasana yang ramai tidak menjadi beban. Namun, apa jadinya jika anda mengalami ketika suasana SPBU ramai sementara keadaannya terkesan semrawut karena penyerobotan antrian dan pengabaian aspek keselamatan terjadi? Penulis yakin, anda akan merasa kesal sekali.
Penyerobotan antrian di SPBU kerap kali dialami oleh penulis semenjak penulis tinggal di ujung barat-utara kota kecil di Jawa Timur. Entah mengapa hal ini lebih sering terjadi di kota tersebut dibandingkan dengan kota lainnya, setidaknya demikian menurut catatan penulis. Penulis mengamati, rata-rata penyerobot antrian mempunyai tipikal yang hampir sama. Tipikal tersebut antara lain tidak menggunakan helm, kenal dengan petugas SPBU setempat, tidak punya rasa malu dan sedang merokok. Mengerikan bukan?
Penulis jadi tidak habis pikir, gejala sosial apa yang tengah menjangkiti para penyerobot tersebut? Apakah ini merupakan produk dari kebebasan berekspresi yang berpusat pada jargon "dirimu adalah seorang pemimpin" yang diartikan bahwa pemimpin adalah pengatur? Apakah sekedar ketidak tahuan kolektif yang tidak disengaja?
Penulis menganggap, ini merupakan embrio dari masalah sosial yang membahayakan kota tersebut. Jika terus dibiarkan, meskipun skalanya adalah masalah remeh, penulis yakin akan berdampak negatif bagi laju pembangunan kota? Alih-alih mendapat kemajuan malah mendapat rusaknya tatanan moral yang mengerikan. Terlalu jauh memang, tapi penulis yakin arahnya akan kesana.
Obyektifitas Sebuah Informasi
Keterbukaan informasi merupakan anugerah yang sangat berharga bagi bangsa kita. Inilah salah satu produk dari reformasi yang bangsa ini gulirkan di tahun 1998 lalu. Hal yang sebelumnya tidak pernah dinikmati ketika kita semua ada di rezim orde baru yang kata para pengamat politik merupakan rezim yang otoriter dan tidak menghargai HAM. Salah satu pelangaran HAM itu adalah pembatasan informasi untuk publik, seperti demikian kata para pengamat tersebut.
Salah satu manfaat yang dapat diambil dari terbukanya informasi untuk publik adalah kita bisa menyaksikan siaran langsung penyelidikan kasus Bank Century oleh para anggota DPR. Tentu saja hal ini tidak akan pernah terjadi jika bangsa ini masih dalam kungkungan orde baru. Anugerah yang besar bukan?
Meskipun demikian, satu hal yang mengganjal penulis adalah mengenai obyektifitas dari informasi yang dikonsumsi publik. Penulis meyakini bahwa dengan obyektifitas yang optimum maka nilai kebenaran dari suatu informasi dapat publik gali. Penulis juga sadar bahwa untuk mendaptkan obyektifitas yang bulat 100% tidaklah mungkin di dapat di dunia ini, namun upaya yang keras penulis pikir dapat mendekati nilai tersebut.
Mengapa hal yang berkaitan dengan obyektifitas menjadi hal yang mengganjal bagi penulis? Hal ini disebabkan adanya kecenderungan yang hampir merata di berabagai lembaga penyedia informasi yang berusaha membangun opininya sendiri atau setidaknya mereka mencoba menyimpulkan melalui selera mereka bukan atas dasar fakta yang ada. Hal ini terbukti dengan cara pewawancara untuk memotong pembicaraan sumber berita dan membatasi upaya sumber berita untuk memberi informasi lengkap. Dengan kata lain, pewawancara sudah mempunyai praduga tertentu pada sumber informasi. Yang menyedihkan dari hal ini adalah fenomena tersebut didapat pada lembaga penyedia informasi yang bernama stasiun televisi. Dan mungkin anda tahu bahwa siaran televisi sangat besar pengaruhnya dalam kehidupan bangsa ini karena sebagian dari penduduknya adalah penikmat acara-acara di televisi.
Penulis memandang perlu dilakukan upaya untuk menyelesaikan ganjalan ini. Setidaknya kalau anda bersepakat dengan penulis tentang fenomena ini, mulailah anda untuk menyaring informasi dengan hati-hati. Mulai belajar untuk mengabaikan bentuk penyimpulan atau opini yang berusaha dilakukan oleh pewawancara. Simaklah apa yang disampaikan oleh sumber berita dan satu hal yang penting cari media pembanding untuk mendapatkan informasi yang seimbang. mudah-mudahan ini membantu penulis dan anda semuanya. Semoga.
Salah satu manfaat yang dapat diambil dari terbukanya informasi untuk publik adalah kita bisa menyaksikan siaran langsung penyelidikan kasus Bank Century oleh para anggota DPR. Tentu saja hal ini tidak akan pernah terjadi jika bangsa ini masih dalam kungkungan orde baru. Anugerah yang besar bukan?
Meskipun demikian, satu hal yang mengganjal penulis adalah mengenai obyektifitas dari informasi yang dikonsumsi publik. Penulis meyakini bahwa dengan obyektifitas yang optimum maka nilai kebenaran dari suatu informasi dapat publik gali. Penulis juga sadar bahwa untuk mendaptkan obyektifitas yang bulat 100% tidaklah mungkin di dapat di dunia ini, namun upaya yang keras penulis pikir dapat mendekati nilai tersebut.
Mengapa hal yang berkaitan dengan obyektifitas menjadi hal yang mengganjal bagi penulis? Hal ini disebabkan adanya kecenderungan yang hampir merata di berabagai lembaga penyedia informasi yang berusaha membangun opininya sendiri atau setidaknya mereka mencoba menyimpulkan melalui selera mereka bukan atas dasar fakta yang ada. Hal ini terbukti dengan cara pewawancara untuk memotong pembicaraan sumber berita dan membatasi upaya sumber berita untuk memberi informasi lengkap. Dengan kata lain, pewawancara sudah mempunyai praduga tertentu pada sumber informasi. Yang menyedihkan dari hal ini adalah fenomena tersebut didapat pada lembaga penyedia informasi yang bernama stasiun televisi. Dan mungkin anda tahu bahwa siaran televisi sangat besar pengaruhnya dalam kehidupan bangsa ini karena sebagian dari penduduknya adalah penikmat acara-acara di televisi.
Penulis memandang perlu dilakukan upaya untuk menyelesaikan ganjalan ini. Setidaknya kalau anda bersepakat dengan penulis tentang fenomena ini, mulailah anda untuk menyaring informasi dengan hati-hati. Mulai belajar untuk mengabaikan bentuk penyimpulan atau opini yang berusaha dilakukan oleh pewawancara. Simaklah apa yang disampaikan oleh sumber berita dan satu hal yang penting cari media pembanding untuk mendapatkan informasi yang seimbang. mudah-mudahan ini membantu penulis dan anda semuanya. Semoga.
24 Januari 2010
Hari Minggu Menyenangkan
Hari minggu ini merupakan hari libur yang menyenangkan untuk menonton acara televisi. Acaranya bervariasi dan tidak monoton seperti hari-hari kerja sebelumnya. Maklum, penulis dan anda tahu bahwa dalam lima hari yang lalu acara di televisi kita didominasi oleh perhelatan yang banyak menyita perhatian energi bangsa ini. Acara tersebut adalah sidang pansus penyelidikan skandal bank century.
Bagi penulis dan juga mungkin sebagian dari anda, sifat monoton acara tersebut dirasa melebihi sinetron kejar tayang yang setiap hari sudah mengepung kehidupan kita. Apalagi jika kita lihat lebih dalam lagi acara sidang pansus tersebut, kita akan dengan terang benderang menyaksikan apa saja pekerjaan para wakil kita yang kita bayar setiap bulannya dari uang kita yang dipotong negara sebagai pajak. Ya betul, pekerjaannya adalah berputar ditempat yang sama. Semakin monoton saja bukan?
Satu hal lagi yang menyenangkan di hari minggu kali ini adalah hilangnya teriakan dan umpatan serta gaya memotong pembicaran diacara televisi. Tentu saja suasana yang tenang ini sangat membantu tugas Departemen Pendidikan Nasional dalam upayanya membentuk moral dan mencerdaskan bangsa. Sangat positif bukan?
Jika dibandingkan dengan kartun anak-anak Crayon Shinchan, penulis sepertinya akan memilih untuk menonton film kartun tersebut selama satu minggu penuh jika dibandingakan dengan acara yang monoton di gedung para wakil kita. Penulis nilai, film karton tersebut lebih lucu dan dinamis dibanding dengan tontonan pansus.
Melihat ini semua, penulis jadi membayangkan, betapa enaknya kalau hari minggu tidak pernah berlalu alias diam ditempat. Tentu saja hal ini membawa implikasi bahwa tontonan telivisi tidak lagi menjadi monoton. Bisakah?
Bagi penulis dan juga mungkin sebagian dari anda, sifat monoton acara tersebut dirasa melebihi sinetron kejar tayang yang setiap hari sudah mengepung kehidupan kita. Apalagi jika kita lihat lebih dalam lagi acara sidang pansus tersebut, kita akan dengan terang benderang menyaksikan apa saja pekerjaan para wakil kita yang kita bayar setiap bulannya dari uang kita yang dipotong negara sebagai pajak. Ya betul, pekerjaannya adalah berputar ditempat yang sama. Semakin monoton saja bukan?
Satu hal lagi yang menyenangkan di hari minggu kali ini adalah hilangnya teriakan dan umpatan serta gaya memotong pembicaran diacara televisi. Tentu saja suasana yang tenang ini sangat membantu tugas Departemen Pendidikan Nasional dalam upayanya membentuk moral dan mencerdaskan bangsa. Sangat positif bukan?
Jika dibandingkan dengan kartun anak-anak Crayon Shinchan, penulis sepertinya akan memilih untuk menonton film kartun tersebut selama satu minggu penuh jika dibandingakan dengan acara yang monoton di gedung para wakil kita. Penulis nilai, film karton tersebut lebih lucu dan dinamis dibanding dengan tontonan pansus.
Melihat ini semua, penulis jadi membayangkan, betapa enaknya kalau hari minggu tidak pernah berlalu alias diam ditempat. Tentu saja hal ini membawa implikasi bahwa tontonan telivisi tidak lagi menjadi monoton. Bisakah?
04 November 2009
Tontonan Kemarin
Kemarin (3/11), masyarakat Indonesia telah menyaksikan sebuah tontonan yang menegangkan, menyayat hati sekaligus menggelikan yang merupakan klimaks dari tontonan tersebut. Tontonan tersebut berupa rekaman percakapan antara Anggodo Widjojo dengan beberapa "temannya". Rekaman yang mengingatkan penulis pada lawakan Peang-Penjol di daerah Banyumas atau Kartolo di daerah Surabaya yang bisa menyulap pendengarnya menjadi tertawa terpingkal-pingkal setelah mendengar "ocehannya" yang memang dibumbui dengan ketegangan dan adegan menyayat hati.
Betapa hebatnya tontonan kemarin. Seorang yang tidak pernah di ketahui oleh publik sebelumnya telah "mengatur" korps penegak hukum di negeri ini. Setidaknya demikian opini yang ditangkap oleh masyarakat setelah mendengar tontonan kemarin. Entah benar atau tidak, hanyalah Tuhan yang mengetahuinya.
Namun, masyarakat bisa memastikan bahwa kemarin adalah hari yang indah bagi dirinya. Waktunya telah sedikit dihabiskan untuk menghibur diri ditengah perjalanan hidupnya yang memang dipenuhi berbagai "opini" yang lain yang menyusahkannya.
Masyarakat dapat dengan gamblangnya mendengar penyebutan jumlah uang yang sangat fantastis yang pastinya tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Jumlah yang disebutkannyapun dengan intonasi seperti yang masyarakat lakukan ketika menawar sebungkus kacang goreng atau es doger dipinggir jalan. Mereka dikejutkan ternyata ada penduduk negeri ini yang benar-benar menimpan uang sebesar itu. Sungguh hiburan yang menyentak sekaligus menggelikan.
Betapa indahnya hari kemarin. Semoga hari kemarin selalu diingat oleh seluruh warga masyarakat ditengah penyakit lupa yang sering mendera kita. Hal yang terpenting diingat adalah bahwa pernah diperdengarkannya tontonan yang menyamai lawakan Peang-Penjol dan Kartolo yang mampu membuat masyarakat tertawa terpingkal-pingkal masyarakat pada akhir pertunjukkan hingga tanpa sadar auratnya terbuka sendiri.
Betapa hebatnya tontonan kemarin. Seorang yang tidak pernah di ketahui oleh publik sebelumnya telah "mengatur" korps penegak hukum di negeri ini. Setidaknya demikian opini yang ditangkap oleh masyarakat setelah mendengar tontonan kemarin. Entah benar atau tidak, hanyalah Tuhan yang mengetahuinya.
Namun, masyarakat bisa memastikan bahwa kemarin adalah hari yang indah bagi dirinya. Waktunya telah sedikit dihabiskan untuk menghibur diri ditengah perjalanan hidupnya yang memang dipenuhi berbagai "opini" yang lain yang menyusahkannya.
Masyarakat dapat dengan gamblangnya mendengar penyebutan jumlah uang yang sangat fantastis yang pastinya tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Jumlah yang disebutkannyapun dengan intonasi seperti yang masyarakat lakukan ketika menawar sebungkus kacang goreng atau es doger dipinggir jalan. Mereka dikejutkan ternyata ada penduduk negeri ini yang benar-benar menimpan uang sebesar itu. Sungguh hiburan yang menyentak sekaligus menggelikan.
Betapa indahnya hari kemarin. Semoga hari kemarin selalu diingat oleh seluruh warga masyarakat ditengah penyakit lupa yang sering mendera kita. Hal yang terpenting diingat adalah bahwa pernah diperdengarkannya tontonan yang menyamai lawakan Peang-Penjol dan Kartolo yang mampu membuat masyarakat tertawa terpingkal-pingkal masyarakat pada akhir pertunjukkan hingga tanpa sadar auratnya terbuka sendiri.
22 Oktober 2009
ITB Nomor 80, Meskipun Dijepit Raksasa-raksasa Universitas Dunia
Oleh Cardiyan HIS
Kalau penilaian dilakukan secara apple to apple, ITB terbukti mampu menjadi institut teknologi kelas dunia. Satu-satunya perguruan tinggi dari Indonesia yang masuk 100 Besar Dunia. Dan tentu saja ITB jauh di atas UI dan UGM untuk bidang Teknologi dan Ilmu-ilmu Kebumian. Namun universitas-universitas besar lebih diuntungkan dalam total skor karena diadu dengan institut teknologi yang tidak memiliki fakultas kedokteran, fakultas ilmu-ilmu sosial dan fakultas ilmu-ilmu kemanusiaan.
The Time Higher Education (UK) kembali merilis ranking universitas di dunia. Untuk tahun 2009 ini, dalam total skor (overall score) ITB kalah jauh dari UI dan UGM. ITB menduduki ranking 351, sementara UI ranking 201 dan UGM ranking 250. Namun bila penilaian dilakukan apple to apple, karena akan menghasilkan penilaian yang lebih diskriminatif dan lebih mendalam, misalnya untuk bidang Teknologi; ITB nomor 80 (tahun 2008 adalah nomor 90), jelas jauh di atas UI nomor 198 dan UGM nomor 233. Setidaknya ITB akan unggul untuk bidang-bidang yang dimilikinya.
ITB sebagai perguruan tinggi yang sangat spesifik sains dan teknologi, memang akan mengalami kendala sistemik dalam pemeringkatan kalau selalu dibandingkan dengan universitas-universitas seperti UI, UGM dari Indonesia dan universitas-universitas besar lainnya di dunia. Universitas-universitas memiliki size (ukuran) yang jauh lebih besar; memiliki fakultas yang lebih banyak; mahasiswa yang lebih banyak, dosen yang lebih banyak (ITB hanya memiliki 1.025 dosen, dimana 775 di antaranya bergelar PhD, sementara UI dan UGM masing-masing memiliki lebih dari 3.500 dosen di mana masing-masing UI memiliki 553 dosen bergelar PhD dan UGM memiliki 625 dosen bergelar PhD). Sedangkan alumni UI dan UGM masing-masing memiliki lebih dari 250.000 alumni, sementara ITB kurang dari 50.000.
Sedangkan bila penilaian dilakukan apple to apple, ITB akan bisa bersaing bila disandingkan dengan universitas-universitas kelas dunia sekalipun. Tentu saja ITB maksimal hanya akan unggul di bidang-bidang yang terbatas dimilikinya, yang memang menjadi bidang spesifiknya seperti versi Time Higher Education QS (UK) (Lihat: Ranking per Bidang Studi). Namun dilihat dari aspek penilaian berdasarkan kualitas akademis, civitas akademica ITB boleh bangga. Tanya kenapa? Karena ITB unggul dalam penilaian 9.386 Peer Reviewer dari berbagai kampus di belahan dunia. Di sini sebetulnya penilaian paling fair tentang kualitas relatif suatu PT (Perguruan Tinggi) dibandingkan dengan PT lainnya. Hal ini seperti dikatakan oleh mantan Rektor Imperial College London (UK), Sir Richard Sykes: “Peer Review is an effective way to evaluate universities. It takes smart people to recognize smart people”.
Sayang juga sebenarnya, ternyata Time HE QS (UK) tidak konsisten dalam menerapkan pengertian Citation Index. Sehingga merugikan ITB dan institut teknologi lainnya dan sangat menguntungkan universitas-universitas besar. Cara penghitungan mereka Cited Article dan Time Cited Article dijumlahkan begitu saja tidak dibagi dengan jumlah populasi dosen. Mereka tidak membuat dalam bentuk Citation Index yang akan lebih mencerminkan kinerja dosen sebuah PT karena jumlah karya dan jumlah kutipannya dibagi jumlah populasi dosen.
Padahal disamping ada penilaian Academic Peer Review (bobot 40%) juga ada penilaian lainnya. Yakni kriteria Employer Review (10%), Faculty Student Ratio (20%), Citation per Faculty(20%), International Faculty (5%), International Students (5%). Otomatis ITB dan institut sejenis dirugikan dua kali. Pertama, oleh kriteria lemah The Time HE (UK) dalam penerapan Citation Index. Kedua, ITB dan institut sejenis tidak memperoleh skor sama sekali karena memang tidak memiliki fakultas-fakultas kedokteran dan ilmu hayati, fakultas ilmu-ilmu sosial dan fakultas ilmu-ilmu kemanusiaan. Sehingga jelas ini akan berpengaruh dalam penjumlahan skor keseluruhan (Overall score). Itulah sebetulnya kalau mau ditelusuri lebih jauh mengapa UI dan UGM serta universitas-universitas besar lainnya sangat diuntungkan dengan fakta ini.
Coba kita lihat perbandingan dimana masing-masing PT di Indonesia unggul berdasarkan masing-masing bidangnya versi Time Higher Education QS (UK) untuk tahun 2009:
BIDANG STUDI: TECHNOLOGY
80
BANDUNG Institute of Technology (itb)
INDONESIA
81=
Technical University of DENMARK
Denmark
81=
POHANG University of Science And Technol...
Korea, South
83
University of Wisconsin-madison
United States
84=
Ecole Normale Superieure, PARIS
France
84=
National TSING HUA University
Taiwan
86
FUDAN University
China
87=
University of PENNSYLVANIA
United States
87=
University of CALGARY
Canada
89=
University of STUTTGART
Germany
89=
Mcmaster University
Canada
91
The HONG KONG Polytechnic University
Hong Kong
92
City University of Hong Kong
Hong Kong
93
University of BIRMINGHAM
United Kingdom
94
HELSINKI University of Technology (TKK)
Finland
95
PENNSYLVANIA STATE University
United States
96
University of WASHINGTON
United States
97
Rmit University
Australia
98=
University of BRISTOL
United Kingdom
98=
BROWN University
United States
98=
NAGOYA University
Japan
101
University of MARYLAND, College Park
United States
102
National Technical University of ATHENS
Greece
103
University of TWENTE
Netherlands
104=
WASEDA University
Japan
104=
QUEENSLAND University of Technology
Australia
106
NORTHWESTERN University
United States
107
University of SOUTHERN CALIFORNIA
United States
108=
ISTANBUL Technical University
Turkey
108=
ZHEJIANG University
China
110=
University of CANTERBURY
New Zealand
110=
TEL AVIV University
Israel
112
University of TEHRAN
Iran
113=
Politecnico Di TORINO
Italy
113=
University of LEEDS
United Kingdom
113=
University of CHICAGO
United States
116
University Pierre and Marie Curie - PARI...
France
117
Université De Montréal
Canada
118
University of SHEFFIELD
United Kingdom
119
Technische Universität DARMSTADT
Germany
120
University of CALIFORNIA, Davis
United States
121
Sapienza University of Rome
Italy
122=
TRINITY College Dublin
Ireland
122=
LUND University
Sweden
124
Catholic University of LOUVAIN (UCL)
Belgium
125
University of NOTTINGHAM
United Kingdom
126
University of AMSTERDAM
Netherlands
127
University of ADELAIDE
Australia
128
University of São Paulo
Brazil
129=
University of Technology, SYDNEY
Australia
129=
BILKENT University
Turkey
131
University of WESTERN AUSTRALIA
Australia
132
Université Joseph-fourier, GRENOBLE I
France
133
University of GHENT
Belgium
134=
University of BOLOGNA
Italy
134=
Federal University of Rio De Janeiro
Brazil
136=
RICE University
United States
136=
QUEEN'S University
Canada
138
DUKE University
United States
139=
University of CALIFORNIA, Irvine
United States
139=
BOSTON University
United States
139=
YONSEI University
Korea, South
139=
NORWEGIAN University of Science And Tech...
Norway
143=
LOMONOSOV MOSCOW State University
Russia
143=
National TAIWAN University of Science An...
Taiwan
145=
University of MINNESOTA
United States
145=
SHARIF University of Technology
Iran
147
University of BARCELONA
Spain
148
OHIO STATE University
United States
149=
ARIZONA STATE University
United States
149=
SIMON FRASER University
Canada
149=
University of WARWICK
United Kingdom
152=
University of GLASGOW
United Kingdom
152=
KING'S College London
United Kingdom
154
University of TSUKUBA
Japan
155=
University of CAMPINAS (unicamp)
Brazil
155=
KOREA University
Korea, South
155=
University of PISA
Italy
155=
University of MASSACHUSETTS, Amherst
United States
159
NANJING University
China
160=
National CHENG KUNG University
Taiwan
160=
National Autonomous University of Mexico...
Mexico
162=
UPPSALA University
Sweden
162=
Hebrew University of JERUSALEM
Israel
164=
LINKOPING University
Sweden
164=
University of ARIZONA
United States
166=
Indian Institute of Technology Guwahati ...
India
166=
National CHIAO TUNG University
Taiwan
168
UTRECHT University
Netherlands
169
WARSAW University of Technology
Poland
170
University of HELSINKI
Finland
171=
CZECH TECHNICAL University In Prague
Czech Republic
171=
University of Colorado At BOULDER
United States
171=
CRANFIELD University
United Kingdom
171=
University of OTTAWA
Canada
175
CASE WESTERN RESERVE University
United States
176
KYUSHU University
Japan
177
XI'AN JIAOTONG University
China
178
University of BATH
United Kingdom
179=
Universidad Politecnica De VALENCIA
Spain
179=
Indian Institute of Technology Roorkee (...
India
179=
TONGJI University
China
182=
University College DUBLIN
Ireland
182=
TOKYO University of Science (tus)
Japan
182=
AARHUS University
Denmark
182=
University of OSLO
Norway
186=
KOBE University
Japan
186=
Ecole Nationale Des Ponts Et Chaussees
France
188=
VU University AMSTERDAM
Netherlands
188=
University of VIENNA
Austria
188=
University of FLORIDA
United States
191=
KEIO University
Japan
191=
University of NEWCASTLE
Australia
193=
University of LIVERPOOL
United Kingdom
193=
CAIRO University
Egypt
195=
Saint-petersburg State University
Russia
195=
Technische Universität DRESDEN
Germany
195=
CURTIN University of Technology
Australia
198=
RUTGERS, The State University of New Jer...
United States
198=
University of INDONESIA
INDONESIA
198=
University of YORK
United Kingdom
201=
Tecnologico De MONTERREY At MONTERREY (i...
Mexico
201=
University of MALAYA (UM)
Malaysia
201=
Free University of Brussels
Belgium
204=
Universidad De CHILE
Chile
204=
University of ZURICH
Switzerland
206
LOUGHBOROUGH University
United Kingdom
207=
University of WOLLONGONG
Australia
207=
BEN GURION University of The Negev
Israel
209
KING FAHD University of Petroleum & Mine...
Kingdom of Saudi Arabia
210=
University of STRATHCLYDE
United Kingdom
210=
University of BUENOS AIRES
Argentina
210=
The University of WESTERN ONTARIO
Canada
213=
University of Toulouse Iii Paul Sabatier...
France
213=
ILLINOIS Institute of Technology
United States
215
Autonomous University of BARCELONA
Spain
216
CARDIFF University
United Kingdom
217
University of CAPE TOWN
South Africa
218
University of PITTSBURGH
United States
219=
Aristotle University of THESSALONIKI
Greece
219=
University of NORTH CAROLINA, Chapel Hil...
United States
219=
CONCORDIA University
Canada
222=
IOWA STATE University
United States
222=
University of SURREY
United Kingdom
222=
LAVAL University
Canada
225
Free University of BERLIN
Germany
226
University of DELAWARE
United States
227=
University of DELHI
India
227=
MICHIGAN STATE University
United States
227=
KING SAUD University
Kingdom of Saudi Arabia
230=
PUSAN National University
Korea, South
230=
University of COIMBRA
Portugal
230=
Universität HAMBURG
Germany
233=
NORTH CAROLINA STATE University
United States
233=
HOKKAIDO University
Japan
233=
Universitas GADJAH MADA
INDONESIA
BIDANG STUDI: NATURAL SCIENCES
153
BANDUNG Institute of Technology (itb)
Indonesia
154
NOVOSIBIRSK STATE University
Russia
155
University of KARLSRUHE
Germany
156
EINDHOVEN University of Technology
Netherlands
157=
RICE University
United States
157=
Université Paris SORBONNE (paris Iv)
France
157=
YONSEI University
Korea, South
160
University of CAMPINAS (unicamp)
Brazil
161
University of FLORIDA
United States
162
University of BIRMINGHAM
United Kingdom
163
University of WESTERN AUSTRALIA
Australia
164
University of Colorado At BOULDER
United States
165
QUEEN'S University
Canada
166
University of GHENT
Belgium
167
TOKYO University of Science (tus)
Japan
168=
Università Degli Studi Di ROMA Tor Verg...
Italy
168=
Universität HAMBURG
Germany
170
University of NORTH CAROLINA, Chapel Hil...
United States
171=
University of ARIZONA
United States
171=
University of BASEL
Switzerland
171=
University of LEEDS
United Kingdom
174
University of MINNESOTA
United States
175
Politecnico Di MILANO
Italy
176
University of The PHILIPPINES
Philippines
177
Indian Institute of Technology Madras (i...
India
178
Johannes Gutenberg Universität MAINZ
Germany
179=
University of CALGARY
Canada
179=
University of CALIFORNIA, Irvine
United States
179=
SIMON FRASER University
Canada
179=
University of CAPE TOWN
South Africa
183=
ZHEJIANG University
China
183=
University of TEHRAN
Iran
183=
University of Fribourg
Germany
186
Universitat De VALENCIA
Spain
187
HELSINKI University of Technology (TKK)
Finland
188
University of NOTTINGHAM
United Kingdom
189=
University of DELHI
India
189=
QUEENSLAND University of Technology
Australia
191=
QUEEN MARY, University of London
United Kingdom
191=
KOREA University
Korea, South
193=
University of Toulouse Iii Paul Sabatier...
France
193=
MICHIGAN STATE University
United States
195=
University of GRONINGEN
Netherlands
195=
University of STUTTGART
Germany
197
University of TRIESTE
Italy
198=
EÖtvÖs LorÃnd University
Hungary
198=
Universitas GADJAH MADA
Indonesia
200
DALHOUSIE University
Canada
201=
Universität BIELEFELD
Germany
201=
VU University AMSTERDAM
Netherlands
203
University College DUBLIN
Ireland
204=
University of TWENTE
Netherlands
204=
Eberhard Karls University Tuebingen
Germany
206
University of OTAGO
New Zealand
207
Technical University of DENMARK
Denmark
208
University of OTTAWA
Canada
209
University of BUENOS AIRES
Argentina
210=
University of CALCUTTA
India
210=
University of SHEFFIELD
United Kingdom
212=
University Montpellier 2 - Sciences And ...
France
212=
Universidad De CHILE
Chile
212=
City University of Hong Kong
Hong Kong
212=
University of TRENTO
Italy
216
University of LIVERPOOL
United Kingdom
217
BEN GURION University of The Negev
Israel
218=
University of CANTERBURY
New Zealand
218=
University of GOTHENBURG
Sweden
220
University of BATH
United Kingdom
221=
ISTANBUL Technical University
Turkey
221=
Universität LEIPZIG
Germany
223=
Karl-franzens-universitaet GRAZ
Austria
223=
University College CORK
Ireland
223=
WAGENINGEN University
Netherlands
223=
University of KARACHI
Pakistan
227=
Johannes Kepler University LINZ
Austria
227=
KEIO University
Japan
229=
Indian Institute of Technology KANPUR (i...
India
229=
University of ST ANDREWS
United Kingdom
231=
Universidad De SANTIAGO De Chile
Chile
231=
University of BERGEN
Norway
231=
Universität FRANKFURT Am Main
Germany
234=
Universiti Sains Malaysia (usm)
Malaysia
234=
KOBE University
Japan
236=
University of Jyväskylä
Finland
236=
FLORIDA STATE University
United States
236=
University of ABERDEEN
United Kingdom
239=
University of YORK
United Kingdom
239=
Technische Universität DARMSTADT
Germany
239=
University of COIMBRA
Portugal
242=
ARIZONA STATE University
United States
242=
University of INDONESIA
Indonesia
BIDANG STUDI: BIOMEDICINE & LIFE SCIENCES
103
Universitas GADJAH MADA
Indonesia
104=
YONSEI University
Korea, South
104=
KOREA University
Korea, South
106
TEL AVIV University
Israel
107=
University of BARCELONA
Spain
107=
EMORY University
United States
107=
University of CALIFORNIA, Irvine
United States
110=
University of VIENNA
Austria
110=
VU University AMSTERDAM
Netherlands
112
University of OSLO
Norway
113
University of GHENT
Belgium
114=
SHANGHAI JIAO TONG University
China
114=
Universiti Sains Malaysia (usm)
Malaysia
114=
University of WATERLOO
Canada
117
University of BASEL
Switzerland
118
DALHOUSIE University
Canada
119=
CARDIFF University
United Kingdom
119=
University of CAPE TOWN
South Africa
121
HUMBOLDT University of Berlin
Germany
122
University of ABERDEEN
United Kingdom
123
University of DUNDEE
United Kingdom
124
University of LEEDS
United Kingdom
125
Ecole Normale Superieure, PARIS
France
126
University of INDONESIA
Indonesia
127
Technical University of MUNICH
Germany
128=
TOKYO Institute of Technology
Japan
128=
MAASTRICHT University
Netherlands
130=
POHANG University of Science And Technol...
Korea, South
130=
KEIO University
Japan
132=
University of MALAYA (UM)
Malaysia
132=
NAGOYA University
Japan
132=
ERASMUS University Rotterdam
Netherlands
135=
WASEDA University
Japan
135=
CASE WESTERN RESERVE University
United States
137
Free University of BERLIN
Germany
138=
Federal University of Rio De Janeiro
Brazil
138=
University of Göttingen
Germany
138=
University of SHEFFIELD
United Kingdom
141
VANDERBILT University
United States
142
University of BOLOGNA
Italy
143
TEXAS A&m University
United States
144=
University of GENEVA
Switzerland
144=
STOCKHOLM University
Sweden
144=
Pontificia Universidad Católica De CHIL...
Chile
147
University of DELHI
India
148=
University of PITTSBURGH
United States
148=
MACQUARIE University
Australia
150
KOBE University
Japan
151
KYUSHU University
Japan
152=
Indian Institute of Technology Delhi (II...
India
152=
University of NEWCASTLE
Australia
154=
TECHNION - Israel Institute of Technolog...
Israel
154=
University of MARYLAND, College Park
United States
154=
University of WARWICK
United Kingdom
154=
PUSAN National University
Korea, South
158=
QUEENSLAND University of Technology
Australia
158=
University of ROCHESTER
United States
158=
Universidad De SANTIAGO De Chile
Chile
158=
University of IOWA
United States
162
GEORGETOWN University
United States
163=
ZHEJIANG University
China
163=
Umeå University
Sweden
165=
INDIANA University Bloomington
United States
165=
Université Joseph-fourier, GRENOBLE I
France
167
HOKKAIDO University
Japan
168=
University of YORK
United Kingdom
168=
University of LIVERPOOL
United Kingdom
168=
QUEEN MARY, University of London
United Kingdom
171=
University of CALIFORNIA, Santa Cruz
United States
171=
University of The PHILIPPINES
Philippines
173=
Universität LEIPZIG
Germany
173=
TOKYO University of Science (tus)
Japan
175
QUEEN'S University
Canada
176=
University Complutense MADRID
Spain
176=
OHIO STATE University
United States
178=
University of GRONINGEN
Netherlands
178=
NEWCASTLE University
United Kingdom
180=
BEN GURION University of The Negev
Israel
180=
Catholic University of LOUVAIN (UCL)
Belgium
182
University College DUBLIN
Ireland
183
LA TROBE University
Australia
184
University of VIRGINIA
United States
185
National TAIWAN University of Science An...
Taiwan
186
ATENEO De Manila University
Philippines
187
LOMONOSOV MOSCOW State University
Russia
188=
SIMON FRASER University
Canada
188=
University of SOUTHAMPTON
United Kingdom
188=
Technical University of BERLIN
Germany
191=
University of PADUA
Italy
191=
DARTMOUTH College
United States
191=
University of OTTAWA
Canada
194=
Indian Institute of Technology Bombay (I...
India
194=
University of SOUTHERN CALIFORNIA
United States
196
University of Colorado At BOULDER
United States
197
GEORGE WASHINGTON University
United States
198
TUFTS University
United States
199
University of CALIFORNIA, Riverside
United States
200=
CHIBA University
Japan
200=
University of ARIZONA
United States
200=
University of TSUKUBA
Japan
200=
Université Du QUéBEC
Canada
204=
Aristotle University of THESSALONIKI
Greece
204=
University Montpellier 2 - Sciences And ...
France
206
Saint-petersburg State University
Russia
208=
STONY BROOK University, State University...
United States
208=
Queen's University of BELFAST
United Kingdom
208=
CAIRO University
Egypt
211=
PENNSYLVANIA STATE University
United States
211=
University of FLORIDA
United States
211=
TIANJIN University
China
211=
Université PARIS V Descartes
France
215
Autonomous University of MADRID
Spain
216=
TOHOKU University
Japan
216=
University of TURKU
Finland
218=
MICHIGAN STATE University
United States
218=
LOUGHBOROUGH University
United Kingdom
220=
University of CINCINNATI
United States
220=
University of LAUSANNE
Switzerland
220=
JAWAHARLAL NEHRU University
India
223
BAYLOR University
United States
224=
AIRLANGGA University
Indonesia
224=
University of ALABAMA
United States
224=
City University of Hong Kong
Hong Kong
227=
HANYANG University
Korea, South
227=
Universität HAMBURG
Germany
229=
University of ST ANDREWS
United Kingdom
229=
Sapienza University of Rome
Italy
231=
ARIZONA STATE University
United States
231=
University of ANTWERP
Belgium
231=
SOUTHEAST University
China
235=
Rmit University
Australia
235=
University of GEORGIA
United States
237=
RUTGERS, The State University of New Jer...
United States
237=
University of MASSACHUSETTS, Amherst
United States
237=
RICE University
United States
237=
CHIANG MAI University
Thailand
241=
University of CALCUTTA
India
241=
Radboud University NIJMEGEN
Netherlands
241=
National TSING HUA University
Taiwan
241=
FLINDERS University
Australia
245=
Universiti Teknologi Malaysia (utm)
Malaysia
245=
DURHAM University
United Kingdom
245=
Autonomous University of BARCELONA
Spain
245=
TONGJI University
China
249
University of PISA
Italy
250=
National University of Ireland, GALWAY
Ireland
250=
Paris-Sud XI University
France
252=
Universidade Estadual PAULISTA
Brazil
252=
FLORIDA STATE University
United States
252=
National SUN YAT-SEN University
Taiwan
252=
Universität Köln(cologne)
Germany
256=
NATIONAL CENTRAL University
Taiwan
256=
University of BATH
United Kingdom
256=
University of BERGEN
Norway
260=
University of SUSSEX
United Kingdom
260=
Technische Universität DRESDEN
Germany
260=
University of CAMPINAS (unicamp)
Brazil
260=
CURTIN University of Technology
Australia
264=
University of OREGON
United States
264=
Vrije Universiteit Brussel (vub)
Belgium
264=
WAGENINGEN University
Netherlands
264=
BANDUNG Institute of Technology (itb)
Indonesia
BIDANG STUDI: ART & HUMANITIES
104
University of INDONESIA
Indonesia
105
TEL AVIV University
Israel
106=
University of BIRMINGHAM
United Kingdom
106=
University of BARCELONA
Spain
108
YORK University
Canada
109=
DURHAM University
United Kingdom
109=
GOLDSMITHS, University of London
United Kingdom
111=
Universitas GADJAH MADA
Indonesia
BIDANG STUDI: SOCIAL SCIENCES
102=
University of INDONESIA
Indonesia
104
SIMON FRASER University
Canada
105
University of WASHINGTON
United States
106
University of ZURICH
Switzerland
107=
University of BERGEN
Norway
107=
University of ALBERTA
Canada
109
University of ADELAIDE
Australia
110
YONSEI University
Korea, South
111
OHIO STATE University
United States
112
Soas - School of Oriental And African St...
United Kingdom
113
OSAKA University
Japan
114=
DARTMOUTH College
United States
114=
California Institute of Technology (calt...
United States
114=
STOCKHOLM University
Sweden
114=
University Complutense MADRID
Spain
118
Ecole Normale Superieure, PARIS
France
119
University of BIRMINGHAM
United Kingdom
120
University of OTAGO
New Zealand
121
NANJING University
China
122
HEC Paris School of Management
France
123=
University of The PHILIPPINES
Philippines
123=
City University of Hong Kong
Hong Kong
125
Universität MANNHEIM
Germany
126
MICHIGAN STATE University
United States
127
University of BRISTOL
United Kingdom
128
Universität FRANKFURT Am Main
Germany
129
University of SUSSEX
United Kingdom
130
University of NOTTINGHAM
United Kingdom
131=
Free University of Brussels
Belgium
131=
University of ST GALLEN (hsg)
Switzerland
133
VU University AMSTERDAM
Netherlands
134
University of MARYLAND, College Park
United States
135
University of CALIFORNIA, Irvine
United States
136
LOMONOSOV MOSCOW State University
Russia
137
University of BARCELONA
Spain
138=
University of GRONINGEN
Netherlands
138=
ATENEO De Manila University
Philippines
140=
PURDUE University
United States
140=
University of CAPE TOWN
South Africa
142
Universität Köln(cologne)
Germany
143=
Sapienza University of Rome
Italy
143=
ETH Zurich (Swiss Federal Institute of T...
Switzerland
143=
VICTORIA University of Wellington
New Zealand
143=
Autonomous University of MADRID
Spain
147=
ESSEC Business School, Paris
France
147=
Universitas GADJAH MADA
Indonesia
CATATAN:
1. Hanya ITB, UI dan UGM yang masuk ranking Dunia plus Unair khusus untuk fakultas kedokteran dan ilmu hayati.
2. Untuk “Social Sciences”, ITB tak memiliki fakultas ilmu-ilmu sosial.
2. Untuk “Life Sciences & Biomedicine”, ITB tak memiliki Fakultas Kedokteran, ITB hanya memiliki Sekolah Farmasi dan Sekolah Ilmu Hayati.
3. Untuk “Arts & Humanities”, ITB hanya memiliki Fakultas Seni Rupa dan Desain.
4. Sumber web: www.topuniversities.com
Kesimpulan:
Sebaiknya pemeringkatan PT di dunia dilakukan apple to apple pada bidang studi antar universitas sejenis, begitu pula apple to apple bidang studi antar institut sejenis. Ini pasti akan lebih fair. Inilah yang telah dilakukan oleh majalah “AsiaWeek” (HK) sampai tahun 2000, US News & World Report, BusinessWeek International, Newsweek (USA) sampai sekarang ini. Dan tentu saja oleh para lembaga pemeringkat PT di Amerika Serikat yang sejak awal mempeloporinya sampai sekarang.
Kalau penilaian dilakukan secara apple to apple, ITB terbukti mampu menjadi institut teknologi kelas dunia. Satu-satunya perguruan tinggi dari Indonesia yang masuk 100 Besar Dunia. Dan tentu saja ITB jauh di atas UI dan UGM untuk bidang Teknologi dan Ilmu-ilmu Kebumian. Namun universitas-universitas besar lebih diuntungkan dalam total skor karena diadu dengan institut teknologi yang tidak memiliki fakultas kedokteran, fakultas ilmu-ilmu sosial dan fakultas ilmu-ilmu kemanusiaan.
The Time Higher Education (UK) kembali merilis ranking universitas di dunia. Untuk tahun 2009 ini, dalam total skor (overall score) ITB kalah jauh dari UI dan UGM. ITB menduduki ranking 351, sementara UI ranking 201 dan UGM ranking 250. Namun bila penilaian dilakukan apple to apple, karena akan menghasilkan penilaian yang lebih diskriminatif dan lebih mendalam, misalnya untuk bidang Teknologi; ITB nomor 80 (tahun 2008 adalah nomor 90), jelas jauh di atas UI nomor 198 dan UGM nomor 233. Setidaknya ITB akan unggul untuk bidang-bidang yang dimilikinya.
ITB sebagai perguruan tinggi yang sangat spesifik sains dan teknologi, memang akan mengalami kendala sistemik dalam pemeringkatan kalau selalu dibandingkan dengan universitas-universitas seperti UI, UGM dari Indonesia dan universitas-universitas besar lainnya di dunia. Universitas-universitas memiliki size (ukuran) yang jauh lebih besar; memiliki fakultas yang lebih banyak; mahasiswa yang lebih banyak, dosen yang lebih banyak (ITB hanya memiliki 1.025 dosen, dimana 775 di antaranya bergelar PhD, sementara UI dan UGM masing-masing memiliki lebih dari 3.500 dosen di mana masing-masing UI memiliki 553 dosen bergelar PhD dan UGM memiliki 625 dosen bergelar PhD). Sedangkan alumni UI dan UGM masing-masing memiliki lebih dari 250.000 alumni, sementara ITB kurang dari 50.000.
Sedangkan bila penilaian dilakukan apple to apple, ITB akan bisa bersaing bila disandingkan dengan universitas-universitas kelas dunia sekalipun. Tentu saja ITB maksimal hanya akan unggul di bidang-bidang yang terbatas dimilikinya, yang memang menjadi bidang spesifiknya seperti versi Time Higher Education QS (UK) (Lihat: Ranking per Bidang Studi). Namun dilihat dari aspek penilaian berdasarkan kualitas akademis, civitas akademica ITB boleh bangga. Tanya kenapa? Karena ITB unggul dalam penilaian 9.386 Peer Reviewer dari berbagai kampus di belahan dunia. Di sini sebetulnya penilaian paling fair tentang kualitas relatif suatu PT (Perguruan Tinggi) dibandingkan dengan PT lainnya. Hal ini seperti dikatakan oleh mantan Rektor Imperial College London (UK), Sir Richard Sykes: “Peer Review is an effective way to evaluate universities. It takes smart people to recognize smart people”.
Sayang juga sebenarnya, ternyata Time HE QS (UK) tidak konsisten dalam menerapkan pengertian Citation Index. Sehingga merugikan ITB dan institut teknologi lainnya dan sangat menguntungkan universitas-universitas besar. Cara penghitungan mereka Cited Article dan Time Cited Article dijumlahkan begitu saja tidak dibagi dengan jumlah populasi dosen. Mereka tidak membuat dalam bentuk Citation Index yang akan lebih mencerminkan kinerja dosen sebuah PT karena jumlah karya dan jumlah kutipannya dibagi jumlah populasi dosen.
Padahal disamping ada penilaian Academic Peer Review (bobot 40%) juga ada penilaian lainnya. Yakni kriteria Employer Review (10%), Faculty Student Ratio (20%), Citation per Faculty(20%), International Faculty (5%), International Students (5%). Otomatis ITB dan institut sejenis dirugikan dua kali. Pertama, oleh kriteria lemah The Time HE (UK) dalam penerapan Citation Index. Kedua, ITB dan institut sejenis tidak memperoleh skor sama sekali karena memang tidak memiliki fakultas-fakultas kedokteran dan ilmu hayati, fakultas ilmu-ilmu sosial dan fakultas ilmu-ilmu kemanusiaan. Sehingga jelas ini akan berpengaruh dalam penjumlahan skor keseluruhan (Overall score). Itulah sebetulnya kalau mau ditelusuri lebih jauh mengapa UI dan UGM serta universitas-universitas besar lainnya sangat diuntungkan dengan fakta ini.
Coba kita lihat perbandingan dimana masing-masing PT di Indonesia unggul berdasarkan masing-masing bidangnya versi Time Higher Education QS (UK) untuk tahun 2009:
BIDANG STUDI: TECHNOLOGY
80
BANDUNG Institute of Technology (itb)
INDONESIA
81=
Technical University of DENMARK
Denmark
81=
POHANG University of Science And Technol...
Korea, South
83
University of Wisconsin-madison
United States
84=
Ecole Normale Superieure, PARIS
France
84=
National TSING HUA University
Taiwan
86
FUDAN University
China
87=
University of PENNSYLVANIA
United States
87=
University of CALGARY
Canada
89=
University of STUTTGART
Germany
89=
Mcmaster University
Canada
91
The HONG KONG Polytechnic University
Hong Kong
92
City University of Hong Kong
Hong Kong
93
University of BIRMINGHAM
United Kingdom
94
HELSINKI University of Technology (TKK)
Finland
95
PENNSYLVANIA STATE University
United States
96
University of WASHINGTON
United States
97
Rmit University
Australia
98=
University of BRISTOL
United Kingdom
98=
BROWN University
United States
98=
NAGOYA University
Japan
101
University of MARYLAND, College Park
United States
102
National Technical University of ATHENS
Greece
103
University of TWENTE
Netherlands
104=
WASEDA University
Japan
104=
QUEENSLAND University of Technology
Australia
106
NORTHWESTERN University
United States
107
University of SOUTHERN CALIFORNIA
United States
108=
ISTANBUL Technical University
Turkey
108=
ZHEJIANG University
China
110=
University of CANTERBURY
New Zealand
110=
TEL AVIV University
Israel
112
University of TEHRAN
Iran
113=
Politecnico Di TORINO
Italy
113=
University of LEEDS
United Kingdom
113=
University of CHICAGO
United States
116
University Pierre and Marie Curie - PARI...
France
117
Université De Montréal
Canada
118
University of SHEFFIELD
United Kingdom
119
Technische Universität DARMSTADT
Germany
120
University of CALIFORNIA, Davis
United States
121
Sapienza University of Rome
Italy
122=
TRINITY College Dublin
Ireland
122=
LUND University
Sweden
124
Catholic University of LOUVAIN (UCL)
Belgium
125
University of NOTTINGHAM
United Kingdom
126
University of AMSTERDAM
Netherlands
127
University of ADELAIDE
Australia
128
University of São Paulo
Brazil
129=
University of Technology, SYDNEY
Australia
129=
BILKENT University
Turkey
131
University of WESTERN AUSTRALIA
Australia
132
Université Joseph-fourier, GRENOBLE I
France
133
University of GHENT
Belgium
134=
University of BOLOGNA
Italy
134=
Federal University of Rio De Janeiro
Brazil
136=
RICE University
United States
136=
QUEEN'S University
Canada
138
DUKE University
United States
139=
University of CALIFORNIA, Irvine
United States
139=
BOSTON University
United States
139=
YONSEI University
Korea, South
139=
NORWEGIAN University of Science And Tech...
Norway
143=
LOMONOSOV MOSCOW State University
Russia
143=
National TAIWAN University of Science An...
Taiwan
145=
University of MINNESOTA
United States
145=
SHARIF University of Technology
Iran
147
University of BARCELONA
Spain
148
OHIO STATE University
United States
149=
ARIZONA STATE University
United States
149=
SIMON FRASER University
Canada
149=
University of WARWICK
United Kingdom
152=
University of GLASGOW
United Kingdom
152=
KING'S College London
United Kingdom
154
University of TSUKUBA
Japan
155=
University of CAMPINAS (unicamp)
Brazil
155=
KOREA University
Korea, South
155=
University of PISA
Italy
155=
University of MASSACHUSETTS, Amherst
United States
159
NANJING University
China
160=
National CHENG KUNG University
Taiwan
160=
National Autonomous University of Mexico...
Mexico
162=
UPPSALA University
Sweden
162=
Hebrew University of JERUSALEM
Israel
164=
LINKOPING University
Sweden
164=
University of ARIZONA
United States
166=
Indian Institute of Technology Guwahati ...
India
166=
National CHIAO TUNG University
Taiwan
168
UTRECHT University
Netherlands
169
WARSAW University of Technology
Poland
170
University of HELSINKI
Finland
171=
CZECH TECHNICAL University In Prague
Czech Republic
171=
University of Colorado At BOULDER
United States
171=
CRANFIELD University
United Kingdom
171=
University of OTTAWA
Canada
175
CASE WESTERN RESERVE University
United States
176
KYUSHU University
Japan
177
XI'AN JIAOTONG University
China
178
University of BATH
United Kingdom
179=
Universidad Politecnica De VALENCIA
Spain
179=
Indian Institute of Technology Roorkee (...
India
179=
TONGJI University
China
182=
University College DUBLIN
Ireland
182=
TOKYO University of Science (tus)
Japan
182=
AARHUS University
Denmark
182=
University of OSLO
Norway
186=
KOBE University
Japan
186=
Ecole Nationale Des Ponts Et Chaussees
France
188=
VU University AMSTERDAM
Netherlands
188=
University of VIENNA
Austria
188=
University of FLORIDA
United States
191=
KEIO University
Japan
191=
University of NEWCASTLE
Australia
193=
University of LIVERPOOL
United Kingdom
193=
CAIRO University
Egypt
195=
Saint-petersburg State University
Russia
195=
Technische Universität DRESDEN
Germany
195=
CURTIN University of Technology
Australia
198=
RUTGERS, The State University of New Jer...
United States
198=
University of INDONESIA
INDONESIA
198=
University of YORK
United Kingdom
201=
Tecnologico De MONTERREY At MONTERREY (i...
Mexico
201=
University of MALAYA (UM)
Malaysia
201=
Free University of Brussels
Belgium
204=
Universidad De CHILE
Chile
204=
University of ZURICH
Switzerland
206
LOUGHBOROUGH University
United Kingdom
207=
University of WOLLONGONG
Australia
207=
BEN GURION University of The Negev
Israel
209
KING FAHD University of Petroleum & Mine...
Kingdom of Saudi Arabia
210=
University of STRATHCLYDE
United Kingdom
210=
University of BUENOS AIRES
Argentina
210=
The University of WESTERN ONTARIO
Canada
213=
University of Toulouse Iii Paul Sabatier...
France
213=
ILLINOIS Institute of Technology
United States
215
Autonomous University of BARCELONA
Spain
216
CARDIFF University
United Kingdom
217
University of CAPE TOWN
South Africa
218
University of PITTSBURGH
United States
219=
Aristotle University of THESSALONIKI
Greece
219=
University of NORTH CAROLINA, Chapel Hil...
United States
219=
CONCORDIA University
Canada
222=
IOWA STATE University
United States
222=
University of SURREY
United Kingdom
222=
LAVAL University
Canada
225
Free University of BERLIN
Germany
226
University of DELAWARE
United States
227=
University of DELHI
India
227=
MICHIGAN STATE University
United States
227=
KING SAUD University
Kingdom of Saudi Arabia
230=
PUSAN National University
Korea, South
230=
University of COIMBRA
Portugal
230=
Universität HAMBURG
Germany
233=
NORTH CAROLINA STATE University
United States
233=
HOKKAIDO University
Japan
233=
Universitas GADJAH MADA
INDONESIA
BIDANG STUDI: NATURAL SCIENCES
153
BANDUNG Institute of Technology (itb)
Indonesia
154
NOVOSIBIRSK STATE University
Russia
155
University of KARLSRUHE
Germany
156
EINDHOVEN University of Technology
Netherlands
157=
RICE University
United States
157=
Université Paris SORBONNE (paris Iv)
France
157=
YONSEI University
Korea, South
160
University of CAMPINAS (unicamp)
Brazil
161
University of FLORIDA
United States
162
University of BIRMINGHAM
United Kingdom
163
University of WESTERN AUSTRALIA
Australia
164
University of Colorado At BOULDER
United States
165
QUEEN'S University
Canada
166
University of GHENT
Belgium
167
TOKYO University of Science (tus)
Japan
168=
Università Degli Studi Di ROMA Tor Verg...
Italy
168=
Universität HAMBURG
Germany
170
University of NORTH CAROLINA, Chapel Hil...
United States
171=
University of ARIZONA
United States
171=
University of BASEL
Switzerland
171=
University of LEEDS
United Kingdom
174
University of MINNESOTA
United States
175
Politecnico Di MILANO
Italy
176
University of The PHILIPPINES
Philippines
177
Indian Institute of Technology Madras (i...
India
178
Johannes Gutenberg Universität MAINZ
Germany
179=
University of CALGARY
Canada
179=
University of CALIFORNIA, Irvine
United States
179=
SIMON FRASER University
Canada
179=
University of CAPE TOWN
South Africa
183=
ZHEJIANG University
China
183=
University of TEHRAN
Iran
183=
University of Fribourg
Germany
186
Universitat De VALENCIA
Spain
187
HELSINKI University of Technology (TKK)
Finland
188
University of NOTTINGHAM
United Kingdom
189=
University of DELHI
India
189=
QUEENSLAND University of Technology
Australia
191=
QUEEN MARY, University of London
United Kingdom
191=
KOREA University
Korea, South
193=
University of Toulouse Iii Paul Sabatier...
France
193=
MICHIGAN STATE University
United States
195=
University of GRONINGEN
Netherlands
195=
University of STUTTGART
Germany
197
University of TRIESTE
Italy
198=
EÖtvÖs LorÃnd University
Hungary
198=
Universitas GADJAH MADA
Indonesia
200
DALHOUSIE University
Canada
201=
Universität BIELEFELD
Germany
201=
VU University AMSTERDAM
Netherlands
203
University College DUBLIN
Ireland
204=
University of TWENTE
Netherlands
204=
Eberhard Karls University Tuebingen
Germany
206
University of OTAGO
New Zealand
207
Technical University of DENMARK
Denmark
208
University of OTTAWA
Canada
209
University of BUENOS AIRES
Argentina
210=
University of CALCUTTA
India
210=
University of SHEFFIELD
United Kingdom
212=
University Montpellier 2 - Sciences And ...
France
212=
Universidad De CHILE
Chile
212=
City University of Hong Kong
Hong Kong
212=
University of TRENTO
Italy
216
University of LIVERPOOL
United Kingdom
217
BEN GURION University of The Negev
Israel
218=
University of CANTERBURY
New Zealand
218=
University of GOTHENBURG
Sweden
220
University of BATH
United Kingdom
221=
ISTANBUL Technical University
Turkey
221=
Universität LEIPZIG
Germany
223=
Karl-franzens-universitaet GRAZ
Austria
223=
University College CORK
Ireland
223=
WAGENINGEN University
Netherlands
223=
University of KARACHI
Pakistan
227=
Johannes Kepler University LINZ
Austria
227=
KEIO University
Japan
229=
Indian Institute of Technology KANPUR (i...
India
229=
University of ST ANDREWS
United Kingdom
231=
Universidad De SANTIAGO De Chile
Chile
231=
University of BERGEN
Norway
231=
Universität FRANKFURT Am Main
Germany
234=
Universiti Sains Malaysia (usm)
Malaysia
234=
KOBE University
Japan
236=
University of Jyväskylä
Finland
236=
FLORIDA STATE University
United States
236=
University of ABERDEEN
United Kingdom
239=
University of YORK
United Kingdom
239=
Technische Universität DARMSTADT
Germany
239=
University of COIMBRA
Portugal
242=
ARIZONA STATE University
United States
242=
University of INDONESIA
Indonesia
BIDANG STUDI: BIOMEDICINE & LIFE SCIENCES
103
Universitas GADJAH MADA
Indonesia
104=
YONSEI University
Korea, South
104=
KOREA University
Korea, South
106
TEL AVIV University
Israel
107=
University of BARCELONA
Spain
107=
EMORY University
United States
107=
University of CALIFORNIA, Irvine
United States
110=
University of VIENNA
Austria
110=
VU University AMSTERDAM
Netherlands
112
University of OSLO
Norway
113
University of GHENT
Belgium
114=
SHANGHAI JIAO TONG University
China
114=
Universiti Sains Malaysia (usm)
Malaysia
114=
University of WATERLOO
Canada
117
University of BASEL
Switzerland
118
DALHOUSIE University
Canada
119=
CARDIFF University
United Kingdom
119=
University of CAPE TOWN
South Africa
121
HUMBOLDT University of Berlin
Germany
122
University of ABERDEEN
United Kingdom
123
University of DUNDEE
United Kingdom
124
University of LEEDS
United Kingdom
125
Ecole Normale Superieure, PARIS
France
126
University of INDONESIA
Indonesia
127
Technical University of MUNICH
Germany
128=
TOKYO Institute of Technology
Japan
128=
MAASTRICHT University
Netherlands
130=
POHANG University of Science And Technol...
Korea, South
130=
KEIO University
Japan
132=
University of MALAYA (UM)
Malaysia
132=
NAGOYA University
Japan
132=
ERASMUS University Rotterdam
Netherlands
135=
WASEDA University
Japan
135=
CASE WESTERN RESERVE University
United States
137
Free University of BERLIN
Germany
138=
Federal University of Rio De Janeiro
Brazil
138=
University of Göttingen
Germany
138=
University of SHEFFIELD
United Kingdom
141
VANDERBILT University
United States
142
University of BOLOGNA
Italy
143
TEXAS A&m University
United States
144=
University of GENEVA
Switzerland
144=
STOCKHOLM University
Sweden
144=
Pontificia Universidad Católica De CHIL...
Chile
147
University of DELHI
India
148=
University of PITTSBURGH
United States
148=
MACQUARIE University
Australia
150
KOBE University
Japan
151
KYUSHU University
Japan
152=
Indian Institute of Technology Delhi (II...
India
152=
University of NEWCASTLE
Australia
154=
TECHNION - Israel Institute of Technolog...
Israel
154=
University of MARYLAND, College Park
United States
154=
University of WARWICK
United Kingdom
154=
PUSAN National University
Korea, South
158=
QUEENSLAND University of Technology
Australia
158=
University of ROCHESTER
United States
158=
Universidad De SANTIAGO De Chile
Chile
158=
University of IOWA
United States
162
GEORGETOWN University
United States
163=
ZHEJIANG University
China
163=
Umeå University
Sweden
165=
INDIANA University Bloomington
United States
165=
Université Joseph-fourier, GRENOBLE I
France
167
HOKKAIDO University
Japan
168=
University of YORK
United Kingdom
168=
University of LIVERPOOL
United Kingdom
168=
QUEEN MARY, University of London
United Kingdom
171=
University of CALIFORNIA, Santa Cruz
United States
171=
University of The PHILIPPINES
Philippines
173=
Universität LEIPZIG
Germany
173=
TOKYO University of Science (tus)
Japan
175
QUEEN'S University
Canada
176=
University Complutense MADRID
Spain
176=
OHIO STATE University
United States
178=
University of GRONINGEN
Netherlands
178=
NEWCASTLE University
United Kingdom
180=
BEN GURION University of The Negev
Israel
180=
Catholic University of LOUVAIN (UCL)
Belgium
182
University College DUBLIN
Ireland
183
LA TROBE University
Australia
184
University of VIRGINIA
United States
185
National TAIWAN University of Science An...
Taiwan
186
ATENEO De Manila University
Philippines
187
LOMONOSOV MOSCOW State University
Russia
188=
SIMON FRASER University
Canada
188=
University of SOUTHAMPTON
United Kingdom
188=
Technical University of BERLIN
Germany
191=
University of PADUA
Italy
191=
DARTMOUTH College
United States
191=
University of OTTAWA
Canada
194=
Indian Institute of Technology Bombay (I...
India
194=
University of SOUTHERN CALIFORNIA
United States
196
University of Colorado At BOULDER
United States
197
GEORGE WASHINGTON University
United States
198
TUFTS University
United States
199
University of CALIFORNIA, Riverside
United States
200=
CHIBA University
Japan
200=
University of ARIZONA
United States
200=
University of TSUKUBA
Japan
200=
Université Du QUéBEC
Canada
204=
Aristotle University of THESSALONIKI
Greece
204=
University Montpellier 2 - Sciences And ...
France
206
Saint-petersburg State University
Russia
208=
STONY BROOK University, State University...
United States
208=
Queen's University of BELFAST
United Kingdom
208=
CAIRO University
Egypt
211=
PENNSYLVANIA STATE University
United States
211=
University of FLORIDA
United States
211=
TIANJIN University
China
211=
Université PARIS V Descartes
France
215
Autonomous University of MADRID
Spain
216=
TOHOKU University
Japan
216=
University of TURKU
Finland
218=
MICHIGAN STATE University
United States
218=
LOUGHBOROUGH University
United Kingdom
220=
University of CINCINNATI
United States
220=
University of LAUSANNE
Switzerland
220=
JAWAHARLAL NEHRU University
India
223
BAYLOR University
United States
224=
AIRLANGGA University
Indonesia
224=
University of ALABAMA
United States
224=
City University of Hong Kong
Hong Kong
227=
HANYANG University
Korea, South
227=
Universität HAMBURG
Germany
229=
University of ST ANDREWS
United Kingdom
229=
Sapienza University of Rome
Italy
231=
ARIZONA STATE University
United States
231=
University of ANTWERP
Belgium
231=
SOUTHEAST University
China
235=
Rmit University
Australia
235=
University of GEORGIA
United States
237=
RUTGERS, The State University of New Jer...
United States
237=
University of MASSACHUSETTS, Amherst
United States
237=
RICE University
United States
237=
CHIANG MAI University
Thailand
241=
University of CALCUTTA
India
241=
Radboud University NIJMEGEN
Netherlands
241=
National TSING HUA University
Taiwan
241=
FLINDERS University
Australia
245=
Universiti Teknologi Malaysia (utm)
Malaysia
245=
DURHAM University
United Kingdom
245=
Autonomous University of BARCELONA
Spain
245=
TONGJI University
China
249
University of PISA
Italy
250=
National University of Ireland, GALWAY
Ireland
250=
Paris-Sud XI University
France
252=
Universidade Estadual PAULISTA
Brazil
252=
FLORIDA STATE University
United States
252=
National SUN YAT-SEN University
Taiwan
252=
Universität Köln(cologne)
Germany
256=
NATIONAL CENTRAL University
Taiwan
256=
University of BATH
United Kingdom
256=
University of BERGEN
Norway
260=
University of SUSSEX
United Kingdom
260=
Technische Universität DRESDEN
Germany
260=
University of CAMPINAS (unicamp)
Brazil
260=
CURTIN University of Technology
Australia
264=
University of OREGON
United States
264=
Vrije Universiteit Brussel (vub)
Belgium
264=
WAGENINGEN University
Netherlands
264=
BANDUNG Institute of Technology (itb)
Indonesia
BIDANG STUDI: ART & HUMANITIES
104
University of INDONESIA
Indonesia
105
TEL AVIV University
Israel
106=
University of BIRMINGHAM
United Kingdom
106=
University of BARCELONA
Spain
108
YORK University
Canada
109=
DURHAM University
United Kingdom
109=
GOLDSMITHS, University of London
United Kingdom
111=
Universitas GADJAH MADA
Indonesia
BIDANG STUDI: SOCIAL SCIENCES
102=
University of INDONESIA
Indonesia
104
SIMON FRASER University
Canada
105
University of WASHINGTON
United States
106
University of ZURICH
Switzerland
107=
University of BERGEN
Norway
107=
University of ALBERTA
Canada
109
University of ADELAIDE
Australia
110
YONSEI University
Korea, South
111
OHIO STATE University
United States
112
Soas - School of Oriental And African St...
United Kingdom
113
OSAKA University
Japan
114=
DARTMOUTH College
United States
114=
California Institute of Technology (calt...
United States
114=
STOCKHOLM University
Sweden
114=
University Complutense MADRID
Spain
118
Ecole Normale Superieure, PARIS
France
119
University of BIRMINGHAM
United Kingdom
120
University of OTAGO
New Zealand
121
NANJING University
China
122
HEC Paris School of Management
France
123=
University of The PHILIPPINES
Philippines
123=
City University of Hong Kong
Hong Kong
125
Universität MANNHEIM
Germany
126
MICHIGAN STATE University
United States
127
University of BRISTOL
United Kingdom
128
Universität FRANKFURT Am Main
Germany
129
University of SUSSEX
United Kingdom
130
University of NOTTINGHAM
United Kingdom
131=
Free University of Brussels
Belgium
131=
University of ST GALLEN (hsg)
Switzerland
133
VU University AMSTERDAM
Netherlands
134
University of MARYLAND, College Park
United States
135
University of CALIFORNIA, Irvine
United States
136
LOMONOSOV MOSCOW State University
Russia
137
University of BARCELONA
Spain
138=
University of GRONINGEN
Netherlands
138=
ATENEO De Manila University
Philippines
140=
PURDUE University
United States
140=
University of CAPE TOWN
South Africa
142
Universität Köln(cologne)
Germany
143=
Sapienza University of Rome
Italy
143=
ETH Zurich (Swiss Federal Institute of T...
Switzerland
143=
VICTORIA University of Wellington
New Zealand
143=
Autonomous University of MADRID
Spain
147=
ESSEC Business School, Paris
France
147=
Universitas GADJAH MADA
Indonesia
CATATAN:
1. Hanya ITB, UI dan UGM yang masuk ranking Dunia plus Unair khusus untuk fakultas kedokteran dan ilmu hayati.
2. Untuk “Social Sciences”, ITB tak memiliki fakultas ilmu-ilmu sosial.
2. Untuk “Life Sciences & Biomedicine”, ITB tak memiliki Fakultas Kedokteran, ITB hanya memiliki Sekolah Farmasi dan Sekolah Ilmu Hayati.
3. Untuk “Arts & Humanities”, ITB hanya memiliki Fakultas Seni Rupa dan Desain.
4. Sumber web: www.topuniversities.com
Kesimpulan:
Sebaiknya pemeringkatan PT di dunia dilakukan apple to apple pada bidang studi antar universitas sejenis, begitu pula apple to apple bidang studi antar institut sejenis. Ini pasti akan lebih fair. Inilah yang telah dilakukan oleh majalah “AsiaWeek” (HK) sampai tahun 2000, US News & World Report, BusinessWeek International, Newsweek (USA) sampai sekarang ini. Dan tentu saja oleh para lembaga pemeringkat PT di Amerika Serikat yang sejak awal mempeloporinya sampai sekarang.
Langganan:
Postingan (Atom)
